Jumat, 03 Januari 2014

Laporan Refleksi PPL


REFLEKSI PENGALAMAN MENGIKUTI  PPL 
DI SMP-SMA ISLAM ALFALAH KOTA JAMBI
SEMESTER GANJIL 2012/2013


 











OLEH :
NICO ANDRIANTO
RRA1C210029





PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2013/2014


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pendidikan memiliki peranan penting dalam upaya meningkatkan kualitas baik sosial, spiritual, intelektual, maupun kemampuan profesional. Karena manusia merupakan kekuatan utama pembangunan, maka dengan demikian mutu sistem pendidikan akan menentukan tingkat keberhasilan pembangunan. Hal ini sesuai dengan pasal 31  UU 1945.
Proses belajar mengajar merupakan suatu proses interaksi antara guru dan siswa yang didasari oleh hubungan yang bersifat mendidik dalam rangka pencapaian tujuan. Guru merupakan suatu profesi sekaligus amanah besar yang harus dijalankan. Guru adalah orang yang dipercaya untuk mendidik anak-anak bangsa menjadi generasi yang pantas menjadi pewaris negeri. Berbagai upaya telah dilakukan untuk membina calon guru agar mereka menjadi tenaga pendidik yang profesional didalam mendidik siswanya. Salah satu usaha yang dilakukan yaitu memberikan program pengalaman lapangan. Usaha ini merupakan satu – satunya pembinaan calon guru yang dilakukan secara kontinu dan relative bagi mahasiswa FKIP Universitas Jambi. Program Pengalaman Lapangan sangat penting dalam usaha membentuk calon guru yang professional. Di dalam kurikulumnya terdapat salah satu mata kuliah yang akan memberikan pengalaman belajar mengajar dalam menerapkan segala teori-teori dalam kegiatan belajar mengajar yang didapat salama perkuliahan pada keadaan yang sebenarnya. Mata kuliah ini adalah Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) terdiri atas 4 SKS, yang wajib diikuti oleh mahasiswa dari semua jurusan yang ada di FKIP.
PPL adalah suatu kegiatan akademik yang bersifat intrakulikuler yang mencakup segala pengalaman, latihan mengajar, dan tugas-tugas kependidikan lainnya. PPL dilaksanakan dengan tujuan tertentu yaitu agar mahasiswa mengetahui seluk beluk bakal tempat tugasny, menguasai cara menerapkan berbagai keterampilan dasar mengajar dan berbagai kemampuan keguruan secara utuh. Program Pengalaman Lapangan atau bagian dari proses penyiapan lulusan tenaga pendidikan di FKIP Universitas Jambi yang secara teknisnya mahasiswa turun langsung ke sekolah – sekolah guna memperoleh berbagai pengalaman sebagai seorang guru bukan hanya mengajar di depan kelas tetapi dituntut lebih mampu mengelola kelas. Dengan demikian, diharapkan mereka tidak canggung lagi menghadapi berbagai masalah baik yang menyangkut mata pelajaran yang mereka pegang maupun masalah-masalah yang menuntut kecerdasan emosi dan intelektual dalam menyelesaikannya.
Kenyataan di lapangan membuktikan, bahwa seorang guru tidak hanya dihadapkan pada masalah materi pengajaran, tetapi juga masalah – masalah yang membutuhkan manajemen emosi dan intelektual untuk menyelesaikannya. Dari kegiatan PPL inilah calon guru disiapkan untuk terbiasa bijak dalam menyelasaikan masalah-masalah tersebut. Sebagaimana diketahui guru profesional adalah guru yang mau mengerti dan cepat tanggap atas kekurangan siswanya. Dan selayaknya sebagai calon tenaga kependidikan guru diharapkan peka terhadap permasalahan yang timbul dalam kelas selama proses belajar mengajar (KBM). Dengan kegiatan PPL inilah mahasiswa dapat mengetahui sejauh mana kemampuan yang dimilikinya unuk mendidik dan apa saja yang diperlukan untuk meningkatkan keefektifan belajar dalam kelas.

1.2. Tujuan penulisan
            Penulisan ini bertujuan untuk memenuhi kewajiban yang diberikan oleh UPT PPL sebagai laporan mengenai pelaksanaan tugas keguruan selama PPL berlangsung, diantaranya:
  1. Mengenal secara cermat lingkungan fisik administratif akademik dan sosial selama PPL
  2. Memberikan gambaran tentang pelaksanaan pendidikan atau kegiatan belajar mengajar di SMP-SMA Islam Al Falah Kota Jambi
  3. Memenuhi tugas akhir praktek pengalaman lapangan yang diberikan oleh UPT PPL sebagai laporan mengenai pelaksanaan selama penulis mengikuti PPL di SMP- SMA Islam Al falah Kota Jambi.

1.3. Manfaat Penulisan
            Makalah ini diharapkan bisa bermanfaat bagi:
  1. Bagi penulis, makalah ini dapat berfungsi sebagai cermin atau refleksi diri untuk mengetahui sejauh mana kemampuan penulis dalam mempraktekkan ilmu pengetahuan yang penulis miliki
  2. Bagi pembaca, makalah ini hendaknya berfungsi sebagai tambahan untuk pengajaran yang lebih efektif
  3. Sebagai pertimbangan bagi sekolah mitra dan UPT PPL Universitas Jambi untuk perbaikan pelaksanaan kegiatan PPL dimasa mendatang.


BAB II
GAMBARAN SINGKAT
SMP-SMA ISLAM AL-FALAH KOTA JAMBI

2.1. Sejarah Sekolah
Yayasan Islam Al-Falah terbentuk pada tahun 1989 berdirilah TK dan SD Al-Falah yang berlokasi di damping mesjid Agung Al-Falah Jambi. Pada tahun 1993 Yayasan membuka SLTP Islam Al-Falah gedung berlokasi di Jalan Sultan Thaha samping mesjid Agung Jambi. Sedangkan SMU Islam Al-Falah Jambi mulai dibuka  tahun 1997.
Pada  tahun 1999 didirikan bangunan baru bertingkat  untuk SMP dan SMU di jalan Hos Cokroaminoto Kelurahan Selamat  (samping gedung ASM/STIE Jambi). Pengembangan tersebut bertujuan untuk ikut berperan aktif dan beranggung jawab dalam melaksanakan pendidikan Nasional yang bermuatan Islam.
Dalam tahun 2003, Alhamdulillah  telah dapat berdiri pula mesjid yang berukuran 20 m  x 20 m untuk sholat Zhuhur dan Ashar berjama’ah yang dilaksanakan  oleh siswa/i SMP-SMU Islam Al-Falah bersama-sama kepala sekolah, guru, dan karyawan/ti .
Atas bantuan dan kerjasama  dari PEMDA TK I dan Dinas PU, jalan masuk dari jalan raya Utama sampai ke lapangan upacara dalam kompleks SMP-SMU Islam Al-Falah Jambi sepanjang 275,40 m telah selesai diaspal  pada tanggal 28 April 2003. Alhamdulillah, dalam tahun 2003 ini telah diajarkan pengetahuan komputer untuk siswa/I, dibimbing oelh guru yang berpengalaman.
Memasuki usia ke 20 SMP-SMA Islam Al-Falah telah dipimpin oleh :
1.      Periode 1993-1998, Drs. Harmoni (SLTP)
2.      Periode 1998-2002, Drs. Pahrurrazi(SLTP)
3.      Periode 1998-2002, Drs. Ahmad Kusairi(SMU)
4.      Periode 2002-2004, Syahrial Rosa, S.Pd (SLTP - SMU).
5.      Periode 2004-2011, Drs. Syafli Makmur, M.Si. (SMP-SMA)
6.      Periode 2011-sekarang, A. Syhabuddin, S.Pd,M.Pd.I (SMP-SMA)





Adapun identitas sekolah tersebut secara terperinci adalah :
a.       SMA Islam Al-Falah Jambi
Nomor Statistik Sekolah            : 304106001043
Nama Sekolah                            : SMA ISLAM AL-FALAH JAMBI
Alamat                                       : Jl. Hos Cokroaminoto
Desa/Kelurahan                          : Selamat 
Kota                                           : Jambi
Provinsi                                      : Jambi
Kode Area/ No. Telp                 : ( 0741 ) 669531
Kode Pos                                   : 36129
b.      SMP Islam Al-Falah Jambi
Nomor Statistik Sekolah            : 204106001080
Nama Sekolah                            : SMP ISLAM AL-FALAH JAMBI
Alamat                                       : Jl. Hos Cokroaminoto
Desa/Kelurahan                          : Selamat 
Kota                                           : Jambi
Provinsi                                      : Jambi
Kode Area/ No. Telp                 : ( 0741 ) 669531
Kode Pos                                   : 36129

2.2 Struktur Organisasi

            Organisasi adalah kumpulan orang-orang yang memiliki tujuan yang sama, akan tetapi memiliki tugas, wewenang dan kewajiban yang berbeda. Alur tugas dan keajiban tersebut dapat dilihat dalam suatu struktur organisai yang sistematis. Dari struktur organisaisi juga dapat dilihat gamabaran bidang kerja dari masing-masig anggota.
            Dengan adanya organisasi akan memudahkan pimpinan mengadakan pengawasan, koordinasi dan juga termasuk didalam pengambilan keputusan-keputusan yang diperlukan dalam tubuh organisasi. Sedangkan organisasi tanpa struktur sulit untuk melaksanakan aktivitas dalam melaksanakan kegiatan program kerja dan tujuan organisasi.
            Untuk itu organisasi yang baik dan mempunyai program kegiatan harus tergambar jelas bentuk dan formatnya sehingga semakin jelas tujuan organisasi.      


Adapun bentuk struktur organisasi SMP-SMA Islam Al-Falah Kota Jambi adalah :

Kepala Sekolah
           
                                                           


Kepala TU

 



                                                                                            

Staf TU
 


                                                                                       Staf Guru

       
WK. Sek. UR. Kesiswaan
WK. Sek. UR.
Kurikulum
 





               
BK/BP
Guru
Wali kelas
 


                        BK/ BP                  Guru                      
 


                                                            
Siswa
 



                                                    






STRUKTUR TATA USAHA

SMP SMA ISLAM AL-FALAH JAMBI

KEPALA SEKOLAH

A.Syhabuddin, S.Pd,M.Pd.I

KEPALA T.U

Marpuah
 






T.U
- Lucy Eka Dewi
- lili
- upit pitra
- fathul

SATPAM

-          Yuliansah
-          Mukhtar muin
KEBERSIHAN
Sahrul
Darius
PERPUSTAKAAN

Siti Khodijah, S.Ip

UKS
Dini maulida yusra

 












2.3 Klasifikasi Tugas
2.3.1. Kepala Sekolah

SMP-SMA Islam Al-Falah Kota Jambi dipegang oleh kepala sekolah sebagai tugas administrator dan suvervisor yang dipimpinnya yang bertanggung jawab atas kelancaran dan keberhasilan semua urusan pengaturan dan pengelolaan sekolah secara informasi kepada masyarakat.
Kepala sekolah bertugas sebagai berikut :
·         Sebagai penenggung jawab pelaksanaan teknis bimbingan konseling
·         Memimpin kelancaran pelaksanaan pendidikan serta mutu pendidikan di sekolah
·         Menyusun Planning
Menetapkan rencana jangka panjang dan rencana jangka pendek, misalnya dalam program tahunan dan program semester.
·         Menyusun Organizing
Kepala sekolah merupakan seorang pelaksana dari kegiatan, baik itu program jangka panjang maupun jangka pendek. Contoh : apabila siswa mempunyai prestasi baik, maka kepala sekolah memberikan beasiswa kepada siswa tersebut untuk meringankan biaya orangtua yang ditanggungnya.
Dalam melaksanakan tugasnya kepala sekolah dibantu oleh berbagai pihak, antara lain : 
a.      Pihak Yayasan
            Pihak yayasan bertugas menaungi serta melindungi kesejahteraan sekolah. Selain itu pihak yayasan juga bertugas mengawasi segala sesuatu yang telah ditetapkan oleh kepala sekolah guna kelancaran proses belajar mengajar.
Tugas dan wewenang pihak yayasan sekolah :
  1. Mendorong dan meningkatkan hubungan yang baik antara masyarakat, sekolah dan pemerintahan.
  2. Membantu kelancaran pendidikan.
  3. Mengusahakan bantuan dari masyarakat berupa benda benda, uang maupun jasa.
b. Tenaga Administrasi
     Tenaga administrasi pada SMP-SMA Islam Al-Falah Jambi mempunyai andil besar dalam rangka lancarnya pendidikan di sekolah. Contohnya dalam rangka penerimaan siswa baru.
      Kepala tata usaha sekolah bertanggung jawab kepada kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan sekolah meliputi kegiatan sebagai berikut:
  1. Menyusun program tata usaha
  2. Mengelola keuangan sekolah
  3. Mengurus administrasi ketenagaan dan siswa
  4. Membina dan mengembangkan karir pegawai tata usaha sekolah
  5. Menyusun perlengkapan administrasi sekolah
  6. Menyusun dan mengajukan data statistik sekolah
  7. Menyusun dan menyajikan data administrasi sekolah
  8. Mengkoordinir dan melaksanakan 10K
  9. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan kepengurusan ketatausahaan secara baik dan berkala.

Adapun nama-nama pengurus TU di SMP-SMA Islam Al- Falah Jambi adalah sebagai berikut:
Kepala Tata Usaha      : Marpuah

c. Wakil Kepala Sekolah
Di SMP-SMA Islam Al-Falah kota Jambi terdapat satu koordinator wakil kepala sekolah yang bertugas mengkoordinir para wakil kepala sekolah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Kemudian terdapat 5 wakil kepala sekolah yang menangani bidang yang berbeda
Wakasek kurikulum                : Mashudi, S.Pd
Wakasek kesiswaan                : Drs. Pahrurrazi
1.      Wakil kepala sekolah Urusan Kurikulum
Mempunyai tugas antara lain :
1.      Menyusun program pengajaran
2.      Menyusun tugas guru dan jadwal pelajaran
3.      Menyusun jadwal pelaksanaan ulangan umum serta ujian akhir
4.      Menetapkan kriteria persyaratan naik/ tidak naik/ kriteria kelulusan.
5.      Mengatur jadwal penerimaan buku laporan hasil belajar dan STTB
6.      Mengkoordinasikan dan mengarahkan penyusunan suatu kegiatan
7.      Membina kegiatan MGMP
8.      Membina kegiatan sanggar PKG/ MGMP/ MEDIA
9.      Melakasanakan penilaian guru teladan
10.  Membina kegiatan lomba-lomba bidang akademis.

2.      Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaaan
Mempunyai tugas antara lain sebagai berikut :
1.      Menyususn program pembinaan kesiswaan atau OSIS
2.      Melaksanakan pembimbingan, pengarahan dan pengendalaian kegiatan siswa atau OSIS dalam rangka menegakkan tata tertib sekolah serta pemilihan pengurus OSIS
3.      Membina pengurus OSIS dalam berorganisasi
4.      Menyusun program dan jadwal pembinaan siswa secara berkala dan insidental
5.      Membina dan melaksanakan koordinasi keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan dan kekeluargaan
6.      Melaksanakan pemilihan calon siswa teladan dan penerima beasiswa
7.      Mengatur mutasi siswa
8.      Mengadakan pemilihan siswa untuk mewakili sekolah dalam kegiatan di luar sekolah
9.      Menyusun pelaksanaan kegiatan kesiswaan secara berkala
10.  Menyusun program ekstrakurikuler

2.4 Keadaan Guru dan Siswa
2.4.1 Keadaan guru
Keadaan guru dan pegawai yang ada di SMA Islam Al falah Kota Jambi dapat digolongkan baik dan berkualitas. Hal ini dikarenakan guru-guru yang mengajar dan pegawai cukup senior dan ditambah tingkat pendidikan guru yang mengajar tersebut sarjana dan sarjana muda . Selain itu, beberapa guru di SMA ini sedang mengikuti pendidikan S-2, sehingga sangat kualitas keilmuan yang mereka ajarkan kepada siswa sangat baik.
            Selain guru bidang studi ada juga guru BK  yang mempunyai tugas memberikan bantuan kepada siswa-siswa yang bermasalah di dalam pendidikan di sekolah. Guru BK adalah guru yang membimbing siswa secara psikologis. Mereka dekat dengan siswa, terbuka dan bersedia membantu menyelasaikan masalah siswa yang mengganggu proses belajar-mengajar. Untuk mengoptimalkan perannya, guru BK tidak hanya menunggu adanya siswa-siwa yang bermasalah dating kepadanya, akan tetapi senantiasa melakukan kontroling. Sehingga, secara rutin guru BK mengadakan hubungan dengan orang tua siswa dalam rangka mengontrol tingkah laku siswa di sekolah maupun di rumah. Selain itu BK juga membantu siswa kelas 1 untuk memilih dan menentukan jurusan yang akan dipilihnya di kelas 2 dan di kelas 2 juga untuk memilih jurusan di kelas 3.
            Adapun tugas guru di SMA Islam Al Falah Kota Jambi adalah sebagai berikut :
1.      Memberikan informasi tentang sistem sekolah dan kegiatan sekolah secara langsung kepada orang tua siswa melalui kontak sehari- hari
2.      Mengembangkan kerja sama dengan orangtua siswa dan masyarakat
3.      Mendidik siswa dan melakukan proses belajar mengajar dengan baik
4.      Menerima informasi atau keluhan dari masyarakat untuk disampaikan kepada wakasek urusan humas.
I.                   Displin Waktu
·         Jam dinas bagi guru dari pukul 06.45-14.00 WIB, setiap harinya kecuali hari jum’at sampi pukul 13.00 WIB. Akan tetapi bagi guru-guru yang memiliki tugas belajar ekstra, maka jam dinas mereka sampai pukul 15.15.
·         Setiap guru wajib mengikuti upacara bendera setiap hari senin dan hari tertentu lainnya dan setiap guru siap untuk bergilir menjadi Pembina upacara.
·         Guru yang tidak hadir melaksanakan tugasnya karena ada halangan penting atau sakit, maka harus mendapatkan izin dari kepala sekolah dengan memberi tahu melalui surat atau berita lainnya.
·         Guru yang tidak hadir padahal ada jam mengajarnya maka guru tersebut diusahakan untuk dapat memberikan tugas pada siswanya, dan diberikan sebelumnya pada guru piket hari tersebut.
II.                Tertib Mengajar
Dalam kegiatan mengajar maka setiap guru di SMA Islam Al Falah Kota Jambi diharuskan:
·         Memiliki buku persiapan harian, buku program kerja tahunan, satuan pelajaran, rencana pekerjaan, buku daftar nilai atau absen dan buku soal-soal ujian.
·         Memberikan pekerjaan rumah kepada siswa dalam mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan pokok-pokok bahasan.
·         Selain itu, guru harus menjalankan tugas-tugasnya lainya yang harus diatur oleh kepala sekolah sebagaimana terdapat dalam program tahunan.
III.              Tertib Evaluasi
·         Evalusi dilakukan setiap selesai pokok bahasan,
·         Bahan test yang digunakan adalah bahan tes yang dapat membangkitkan minat belajar siswa
·         Evaluasi dalam bentuk tertulis dan lisan termasuk penilaian proses belajar dan sikap siswa.
Nama-nama Guru SMA Islam Al-Falah kota Jambi:
NO
NAMA GURU
PNS/GTT/GTY
PANGKAT/GOL
MATA PELAJARAN
1
Drs Pahrurrazi
GTY
SOSIOLOGI

3
Mercy, S.Pd
GTY
B.INGGRIS

4
Elfiana, S.Pd.
GTY
KIMIA
5
Rina Wiliandri H, S.H.
GTY
PPKN

6
Titin Fariyanti, S.Si.
GTY
BIOLOGI

9
Yanti Yulistiawati, S.Psi.
GTT
B. K.
10
Tina, S.Pd.
GTY
FISIKA

11
Parsaulian Harahap, S.Pd
GTT
B. INGGRIS

13
Meri Anggraini, S.Pd
GTT
MTK
15
WiSnova Fitria, S.Pd
PNS
EKONOMI
16
Reka Suveri, S.Pd
GTY
OLAH RAGA
18
Eva Novita,SE
GTT
SEJARAH
20
Dian Puspita Anggraini,S.Pd
GTT
BAHASA INDONESIA
21
Novi Madayanti,S.Pd
GTT
MATEMATIKA
22
Drs.khusaini
GTT
AGAMA
23
Siti Rahima,S.Pd.I
GTT
BAHASA ARAB
24
Santoso S,S.Pd
GTT
MATEMATIKA
25
Erman,S.Pd.I
GTT
AAK
26
Heriyanto,S.Pd
GTT
TIK
BIOLOGI
27
Yolly Yolanda,S.Pd
GTT
GEOGRAFI
28
Utami Handayani,S.Sos
GTT
KESENIAN
29
Eka Putri anggrayani,S.Pd.I
GTT
AL-QUR’AN DAN HADIST
30
Yanti Sri Rejeki
GTT
SOSIOLOGI
31
Patrisia Melcy,S.Pd
GTT
BAHASA INDONESIA
32
Hilda Andhina,S.Kom
GTT
TIK
33
Afdhal Naiem,S.Pd.I
GTT
BDJ
35
Indrawati,S.Pd
PNS
KIMIA
36
Dian,S.Pd
GTT
BIOLOGI
Nama-nama Guru SMP Islam Al-Falah kota Jambi:
NO
NAMA GURU
PNS/GTT/GTY
PANGKAT/GOL
MATA PELAJARAN
1
Drs Pahrurrazi
GTY
PKN
2
Mashudi, S.Pd
GTY
MATEMATIKA
3
Sutarno, S.Pd.
GTY
FISIKA
4
Drs Sulaiman
GTY
AL QUR’AN
7
Tukirat, S.Pd.
GTY
B.INGGRIS
9
Titin Fariyanti, S.Si.
GTY
BIOLOGI
10
Daup Madraup, S.Pd.
GTY
KESENIAN
12
Nadirah,S.Pd
GTT
BAHASA INDONESIA
14
Yumna, S.Pd.
GTT
EKONOMI
15
Yanti Yulistiawati, S.Psi.
GTT
B. K.
17
Parsaulian Harahap, S.Pd
GTT
B. INGGRIS
19
Meri Anggraini, S.Pd
GTT
MATEMATIKA
20
Dayang Astuti, S.Pd
GTY
GEOGRAFI
21
Drs. Alexs Prima Putra .S,Pd
PNS
OLAH RAGA
22
Erlindawati, S.Pd
GTY
BAHASA INDONESIA

Nama-nama Wali Kelas SMP-SMA Islam Al-Falah Jambi :
Kelas
Wali Kelas
VII.1
Yumna, S.Pd.
VII.2
Andi Vitra Saputra,S.Pd.I
VII.3
Sutarno ,S.Pd
VII.4
Habibi, S.Pd.I
VIII.1
Daup Mardaup, S.Pd
VIII.2
Drs. Alexs Prima Putra .S,Pd
VIII.3
Drs Sulaiman
VIII.4
Novi Madayanti,S.Pd
IX.1
Mery Anggraini, S.Pd
IX.2
Tukirat, S.Pd.
IX.3
Erlindawati, S.Pd
IX.4
Heriyanto, S.Pd
X.1
Drs.Khusaini
X.2
Titin fariyanti,S.Si
X.3
Erman,S.Pd.I
X.4
Reka Suveri,  S.Pd
XI IPA 1
Tina, S.Pd
XI IPA 2
Dian Puspita Anggraini,S.Pd
XI IPA 3
Mercy Zulbaini, S.Pd
XI 1PS 1
Rina wiliandri, S.H
XI IPS.2
Eva Novita,SE
XII IPA 1
Santoso, S.Pd
XII IPA 2
Elfiana, S.Pd
XII IPA 3
Parsulian Harahap, S.Pd
XII IPS 1
WiSnova Fitria, S.Pd
XII IPS 2
Yanti Yulistiawati, S.Psi.

2.4.2.  Guru BP / BK
Guru BP / BK mempunyai tugas dan wewenang di luar mata pelajaran, khususnya bagi siswa yang bermasalah, dimana permasalahan yang dihadapi siswa sangatlah bervariasi yang akan mengakibatkan gangguan dalam proses belajar siswa. Seorang Guru BP / BK ialah guru yang benar – benar mengetahui perkembangan psikologi anak, melalui Guru BP / BK diharapkan bagi para siwa yang memiliki masalah yang mengakibatkan terganggunya proses belajar dan diselesaikan dengan baik. Selain itu secara rutin mengadakan hubungan dengan orang tua siswa dalam rangka mengontrol tingkah laku siswa di sekolah dan di rumah.
Di SMP-SMA Islam Al-Falah  kota Jambi hanya ada 1 orang guru BP/BK, yaitu Yanti Yulistiawati, S.Psi
2.5 Keadaan siswa
          Melihat  perkembangan secara keseluruhan bahwa siswa SMA Islam Al Falah  kota jambi telah mampu memenuhi tuntutan pembangunan nasional khususnya dibidang pendidikan siswa adalah anak didik yang menjadi sarana pendidikan atau yang dididik, diajar, diarahkan, dipimpin, dari segi ilmu pengetahuan, keterampilan serta moral dan budi pekerti yang luhur. Hal ini dikarenakan, semua siswa selalu mengikuti bimbingan keagamaan yang ada di SMP-SMA Islam Al Falah Kota Jambi.
           Agar proses kegiatan belajar mengajar di SMP-SMA Islam Al Falah Kota Jambi dapat terlaksana dengan sangat baik, diperlukan peraturan yang harus dipatuhi oleh siswa antara lain:
1.      Setiap hari proses belajar mengajar dimulai pukul 07.15-15.30 WIB kecuali hari jum’at pukul 13.00 WIB.
2.      Setiap siswa wajib mengikuti bai’at yang dilaksanakan pukul 06.45 sampai 07.00 WIB.
3.      Setiap siswa wajib shalat dzuhur berjama’ah di sekolah serta tilawah qur’an yang diadakan secara rutin di sekolah.
4.      Pada hari jum’at meskipun kegiatan belajar mengajar berakhir pukul 13.00, akan tetapi bagi siswa putri wajib melakukan pembinaan rohani berupa mentoring oleh tutor yang sengaja didatangkan, sedangkan bagi siswa putra wajib mengikuti shalat jum’at di sekolah.
5.      Bagi siswa yang terlambat tidak dibenarkan untuk masuk kelas kecuali setelah mendapatkan izin dari guru piket
6.      Selama jam sekolah, siswa tidak dibenarkan untuk meninggalkan  sekolah kecuali atas izin guru piket saat itu.
7.      Setiap siswa wajib mengikuti upacara setiap hari senin dan hari-hari yang ditentukan
8.      Siswa yang tidak hadir ke sekolah karena sakit atau hal lain maka dapat member keterangan melalui surat.
9.      Siswa wajib mengikuti seluruh peraturan yang berlaku di SMA Islam Al Falah Kota Jambi.
2.6  Lingkungan Fisik dan Sosial Sekolah
Bangunan SMP-SMA Islam Al-Falah Kota Jambi ini memiliki batas bangunan sebagai berikut :
v  Sebelah utara berbatasan dengan perumahan penduduk
v  Sebelah selatan berbatasan dengan ASM
v  Sebelah barat berbatasan dengan jalan raya
v  Sebelah selatan berbatasan dengan TK/ SD 2 Al-Falah kota Jambi
2.6.1 Keadaan sarana dan prasarana
         Untuk mendukung lancarnya proses belajar mengajar harus didukung oleh sarana dan prasarana yang ada di SMP-SMA Islam Al-Falah Kota Jambi, yaitu sebagai berikut :        
a. Perpustakaan   
Perpustakaan adalah suatu sarana bagi siswa untuk menambah ilmu dan pengetahuannya dengan membaca buku-buku yang tersedia, baik buku pelajaran maupun buku pengetahuan umum. Disini juga terdapat majalah-majalah menarik hasil sumbangan dari siswa-siswi SMP-SMA Islam Al-Falah Kota Jambi.
      Untuk kelancaran pengelolaan perpustakaan maka ada tata tertib perpustakaan yaitu:
  1. Siswa yang masuk ke perpustakaan dilarang membawa tas serta menggunakan alas kaki
  2. Siswa yang meminjam buku harus mendaftarkan jenis buku dan penerbitnya terlebih dahulu sebelum buku tersebut dipinjam kepada petugas perpustakaan
  3. Setelah membaca buku diharapkan untuk mengembalikannuya ketempat semula
b. Laboratorium
Laboratorium merupakan salah satu faktor pendukung pendidikan. Laboratorium yang ada di SMP-SMA Islam Al-Falah Kota  Jambi antara lain:
a.      Laboratorium IPA
b.      Laboratorium Komputer
c. BP/BK
Yaitu tempat siswa mendapatkan bantuan dan bimbingan dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Selain itu  BP/BK membantu siswa untuk memilih jurusan di kelas XI dan melanjutkan pendidikan.
d. Ruang OSIS
Merupakan tempat para pengurus Osis menyusun rencana kegiatan. Ruang osis merupakan bentuk dukungan sekolah dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler yang mengembangkan ketrampilan diluar pelajaran sekolah.
e . Sarana Prasarana Olahraga
SMP-SMA Islam Al-Falah kota Jambi  memiliki sarana prasarana olahraga yang baik. Hal ini terbukti dengan adanya lapangan volly, lapangan bola kaki, tenis meja dan lapangan bulu tangkis.

2.6.2 Lingkungan Sosial
Hubungan sosial yang terjadi antara sekolah dan masyarakat luar adalah kegiatan-kegiatan sosial yang dilakukan oleh sekolah seperti kunjungan untuk studi banding ke sekolah – sekolah.
 Hubungan sosial di dalam lingkungan sekolah antara personil sekolah terjalin baik. Hubungan  antara kepala sekolah, guru, pegawai TU dan siswa belajar dengan baik.
 Hubungan dengan orang  tua siswa pun terjalin dengan baik, dimana orang tua siswa turut berpartisipasi dalam menjaga kelancaran proses belajar mengajar di sekolah. Pertemuan antara pihak sekolah dengan orang tua siswa dilaksanakan untuk membicarakan  permasalahan yang berkaitan dengan siswa.
























BAB III
PENGALAMAN
3.1 Pengalaman Latihan Mengajar
Pengalaman utama yang penulis dapatkan selama mengikuti PPL adalah pengalaman latihan mengajar yang merupakan salah satu tugas keguruan yang harus dilaksanakan selama mengikuti program pengalaman lapangan latihan mengajar yang meliputi persiapan materi pelajaran, memilih metode pembelajaran, serta menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran yang lain seperti cara memotivasi siswa, membina, membimbing, dan memberi pelajaran serta cara menghadapi siswa saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Melalui latihan mengajar ini, penulis banyak mendapatkan masukan sehubungan dengan proses belajar mengajar di kelas. Melalui program pengalaman lapangan ini penulis menjadi mengerti dan memahami bagaimana caranya agar proses belajar mengajar dapat berlangsung sebagaimana mestinya. Disamping itu penulis menyadari akan kekurangan dan kelemahan yang terdapat pada penulis sebagai seorang guru PPL. Penulis harus dapat mencari penyelesaian atau mengatasi masalah tersebut agar lebih baik saat latihan berikutnya dan menjadi pelajaran bagi penulis serta tetap menjadi pendidik pada masa yang akan datang.
Dalam melaksanakan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL), penulis melaksanakannya pada semester ganjil 2013-2014 di SMP-SMA ALFALAH Kota Jambi, banyak pengalaman yang penulis dapat baik pada saat mengajar maupun diluar jam pelajaran.
3.1.1 Mata Pelajaran yang di ajarkan
 Mata pelajaran yang dipegang yaitu matematika yang sesuai dengan jurusan  yang diambil dibangku kuliah yaitu Pendidikan Matematika. Selama mengajar  penulis  tidak memegang kelas, jadi penulis mengajar kalau guru pamong menyuruh penulis untuk mengajar, dan itu serba dadakan.  Ada tantangan tersendiri untuk penulis yaitu penulis harus mempersiapkan diri setiap harinya untuk antisipasi kalau disuruh mengajar.
Seminggu diawal masuk melakukan observasi kelas, untuk mengetahui kondisi kelas, administrasi kelas, dan bersosialisasi dengan para guru. Dalam melakukan observasi penulis masuk bersama dengan teman yang satu jurusan. setelah itu masuk sendiri-sendiri.
Dalam mengajar, penulis jauh-jauh hari sudah mempersiapkannya dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Media yang dipakai sesuai dengan materi yang diajarkan, metode atau model sesuai dengan karakteristik siswa dan kondisi kelas. 
Selama latihan belajar mengajar, penulis banyak menemukan kesulitan dilapangan terutama yang berhubungan dengan siswa selaku subjek pembelajaran. Penulis sering kali mengalami kesulitan dalam pengelolaan kelas agar siswa-siswi bisa tenang dalam kelas dan cepat memahami materi yang diajarkan. Hai ini mungkin terjadi karena banyak diantara siswa yang minat belajarnya masih kurang, serhingga banyak siswa yang tidak memperhatikan materi yang diajarkan, justru ada yang bermain atau gobrol dengan teman sebangku saat jam pelajaran berlangsung. Mungkin semua ini disebabkan  kurang  pemahamannya tentang pentingnya memperhatikan pelajaran itu sendiri, dan mungkin mereka beranggapan mata pelajaran matematika merupakan pelajaran yang sulit untuk mereka mengerti sehingga mereka tidak terlalu memperhatikan. Untuk mengatasi hal tersebut penulis berusaha membangkitkan kembali semangat belajar siswa dengan memberikan motivasi dan pendekatan secara signifikan betapa pentingnya belajar matematika untuk jenjang selanjutnya.
Untuk mendapatkan hasil baik mengajar dikelas penulis menggunakan metode dan model yang telah dipelajari di bangku kuliah, agar siswa tidak belajar secara monoton saja. Tapi siswa juga ikut aktif didalam proses belajar mengajar. Dan juga penulis mencoba memakai berbagai media pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan,agar siswa lebih tertarik untuk belajar matematika. Tidak hanya itu penulis juga menyiapkan LKS dalam mengajar agar siswa lebih paham dalam pembagian tuganya.
   3.1.2 Segi-Segi Positif dan Negatif
a.         Dalam menyiapkan pelajaran
Hal yang dilakukan sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran yaitu:
1.      Membuat Rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran yang diambil. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dapat memudahkan kita dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar dikelas, sehingga kita mengetahui hal-hal yang apa saja yang harus kita lakukan dalam mengajar jadi tujuan pembelajaran yang kita harapkankan dapat tercapai.
2.      Mengidendifikasi model dan metode yang akan diterapkan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Dalam menggunakan model atau metode pembelajaran tidak semuanya dapat berhasil dilaksanakan, karena setipa siswa memiliki sifat dan perilaku yang berbeda-beda. Sehingga, model dan metode yang kita laksanakan tidak bejalan sesuai dengan keinginan kita. Jadi harus mengganti model dan metode pembelajaran setiap pertemuan sampai didapat model dan metode yang cukup baik diterapkan.
3.      Membuat media pembelajaran yang akan digunakan, hal ini bertujuan agar siswa dapat lebih mudah memahami materi pelajaran yang akan dilaksanakan. 
b.        Dalam mengajar
Disetiap melaksanakan kegiatan mengajar terdapat berbagai macam kendala karena daya tangkap pemahaman siswa berbeda-beda. Selain itu, siswa juga memiliki bebagai macam masalah yang mereka miliki seperti kondisi sosial dan kondisi ekonomi.
Untuk mendapat hasil yang maksimal dalam menyajikan materi pembelajaran perlu penguasaan kelas yang optimal..
Dalam penggunaan keterampilan mengajar banyak menggunakan metode STAD dan penugasan sehingga siswa dapat belajar berdiskusi dengn teman-temanya. 
Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran penulis sering mengkaitkan dengan dunia nyata, mksudnya yang siswa pernah mengalaminya,, sehingga  siswa lebih mudah memahami materi pembelajaran.
c.         Dalam melakukan hubungan sosial disekolah
Selain mengajar penulis juga melakukan kegiatan diluar mengajar yaitu bersosialisasi dengan para guru yang ada di SMP-SMA tersebut. Meminta bimbingan dan berbagi pengalaman dalam mengajar.
3.1.3 Dalam Melaksanakan Hubungan Sosial Di Sekolah
   Manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya. Penulis melaksanakan PPL di SMA Islam Al-Falah Kota Jambi selama sekitar 5  bulan, mulai dari bulan Agustus sampai bulan Desember. Dalam Melaksanakan Hubungan Sosial di Sekolah Penulis juga banyak mendapatkan pengalaman. Pengalaman yang penulis peroleh adalah terjalinnya silaturahim antara Penulis dengan para Guru, staf Tata Usaha dan karyawan di lingkungan sekolah yaitu seperti guru selalu memberi kesempatan kepada mahasiswa PPL untuk lebih banyak berada di dalam kelas guna melatih diri agar lebih cepat menumbuhkan karakter seorang guru dengan cara mengisi atau menggantikan guru yang berhalangan hadir.
             Hubungan sosial antara Penulis dan para siswa berjalan baik tidak hanya dalam kegiatan pembelajaran tetapi juga di luar kegiatan pembelajaran sehingga siswa tidak segan-segan meminta bimbingan penulis untuk belajar mengerjakan soal-soal, adapula siswa yang mengeluh tidak mengerti terhadap suatu pelajaran dan meminta bantuan Penulis untuk menjelaskannya hingga siswa tersebut paham.  Penulis merasakan bertambahnya ilmu baik secara langsung maupun tidak langsung. Dengan membantu siswa belajar  secara tidak langsung Penulis memicu kembali memori tentang materi tersebut, sehingga Penulis dapat mengingat kembali materi  yang hampir terlupakan. Kemudian Penulis juga dapat berdiskusi dengan guru-guru sehingga wawasan Penulis dapat bertambah tidak hanya pada mata pelajaran yang diajarkan saja.
            Selain itu, hubungan antara penulis dengan siswa tidak hanya sebatas guru dengan  murid. Akan tetapi, beberapa murid sering mengadukan perihal masalahnya kepada penulis baik yang menyangkut masalah pribadi, keluarga maupun sahabat tetapi masih dalam batas yang wajar. Dengan demikian hubungan emosional guru dengan siswa semakin terjalin kuat.


3.1.4 Tindak Lanjut / Perbaikan Yanng Telah Dilakukan / Rencana Kelak
Hal yang dilakukan setelah akhir mengajar yaitu:
a.         Menemui guru pamong atau guru kelas yang bersangkutan dalam mendiskusikan hasil evaluasi dan kendala yang didapat dalam mengajar.
b.        Menemui guru pamong atau guru kelas untuk menanyakan kekurangan dan kesalahan dalam melaksanakan kegiatan mengajar.
c.         Menemui guru pamong atau guru kelas yang bersangkutan, kemudian menanyakan hal-hal yang perlu saya lakukan untuk memperbaiki cara mengajar dikelas.
d.        Mencatat hal-hal yang perlu diperbaiki dalam mengajar dan mempelajarinya agar tidak terulang dikemudian hari dalam mengajar.


3.2     Pengalaman Latihan Keguruan Lainnya
3.2.1  Membantu Guru Pamong
Kegiatan yang dilakukan dalam membantu guru pamong adalah mengoreksi tugas- ttugas siswa, membantu mengantikan mengajar bila guru pamong berhalangan dan membantu menyiapkan soal ujian semester.


  3.2.2 Membantu Tugas Guru Piket
Selama praktek penulis juga diwajibkan untuk piket setiap minggunya. Jadwal piket penulis yaitu hari senin dan terkadang juga membantu rekan yang piket di hari yang lain. Salah satu tugas dalam piket ini yaitu mendata berapa orang pada hari itu guru yang tidak hadir kemudian cepat di carikan solusinya yaitu salah satunya dengan mengerahkan teman-teman untuk bisa mengisi jam kosong tersebut dan mendata kehadiran siswa disetiap kelas. Pada saat piket, penulis diberikan kepercayaan untuk menggantikan guru yang berhalangan hadir untuk mengawas atau mengajar dikelas tersebut. Dari pengalaman tersebut dapat diambil suatu pelajaran bahwa seorang guru juga harus memiliki wawasan  yang luas dan tidak hanya memahami mata pelajaran yang ia ajarkan.
 3.2.3 Kegiatan lainnya
  Kegiatan lain yang pernah diikuti penulis adalah :
         - Upacara bendera tiap hari senin
         - Mengikuti bai’at  pagi hari sebelum siswa masuk kelas.
         - Mengikuti jalan santai pada hari Sabtu
         - Mengikuti sholat Dhuha berjamaah di mesjid setiap hari Sabtu
         - Sholat Dzuhur berjamaah di mesjid
- Mengikuti perkemahan sabtu minggu ( PERSAMI )
- Mengikuti acara pemilihan OSIS
- Mengikuti pengukuhan pramuka
- Mengikuti acara pentas seni tahunan
- Menghadiri acara perlombaan seni musik, baca puisi, dan lomba majalah dinding antar kelas dalam rangka hari pahlawan.
- Mengikuti acara Khatam Quran siswa kelas IX dan XII
- Sebagai juri diperlobaan pawai ta’aruf
- Mengikuti upacara Sumpah Pemuda di Sekolah
- Mengikuti upacara hari PGRI ke – 68 di Sekola
- Mengawasi siswa pada saat ujian semester ganjil
































BAB IV
STUDY KASUS

4.1  Masalah
Dan penulis sendiri dari Pendidikan Matematika yang bernama Nico Andrianto. Selama mengikuti PPL ini banyak pengalaman yang penulis dapatkan, baik itu yang erat kaitannya dengan kegiatan belajar mengajar maupun yang diluar kegiatan belajar mengajar.
Pada saat Program Pengalaman Lapangan berlangsung selama lebih-kurang 4 bulan, pada awal pembagian kelas oleh pamong penulis dipercayakan untuk mengajar matematika di kelas XI IPA. Saat pertama kali penulis dan mahasiswa ppl matematika yang lainya ikut pamong masuk kelas XI IPA 1 untuk memilihat cara pamong mengajar sekaligus  memperkenalkan diri penulis kepada anak di kelas tersebut, penulis merasa gugup dan tangan berkeringatan pada waktu memperkenalkan diri dan puncak yang menegangkan waktu penulis pertama kali masuk  untuk mengajar di kelas XI IPA 1, sungguh hal yang luar biasa bagi penulis.Biasanya hanya latihan pada teman sendiri, sekarang langsung dihadapkan pada siswanya langsung. Saat memasuki kelas rasa canggung masih terlihat jelas, takut jika nanti materi akan hilang dalam fikiran. Namun semua itu tidak seperti yang penulis bayangkan, canggung hanya dirasakan pada awal perkiraan 10 menit. Setelah itu bisa mengikuti suasana kelas dengan baik, karena siswa/siswi dikelas XI IPA 1 sangat baik dan mau mengerti, hanya ada beberapa siswa saja yang kurang peduli namun itu masih dalam hal yang wajar, dan penulis bisa memaklumi. Tetapi penulis sangat senang sekali banyak siswa-siswa yang antusias mengikuti pelajaran Matematika. Setelah PPL berjalan sekitar 1 atau 2 minggu, penulis dan PPL matematika yang lainya di di roling kelas untuk mengajar. Yang awalnya mengajar di kelas IX dan XI lalu semua kelas yang ada kami mengajar semuanya. Dan pada setiap kelas pun penulis mendapat pengalaman yang berbeda-beda, pada saat mengajar di kelas VII, VIII, dan IX yang menjadi permasalahan penulis adalah pengelolaan kelasnya, karena pada kelas VII, VIII, dan IX siswa-siswa banyak yang ribut pada saat belajar. Di sinilah penulis mencari metode belajar yang di gunakan agar siswa senang saat belajar matematika.
         Kemudian saat mengajar di kelas XII IPS2 penulis mengalami masalah yang berbeda lagi, yaitu siswa-siswa ada yang sebagian tidak mau belajar kata mereka capek belajar terus, pada saat itulah penulis bingung harus gimana karena siswanya tidak mau belajar, disini penulis mengalami kesulitan yang lebih di rasa sulit, karena yang di hadapi siswa-siswa yang bisa di katakana sudah beranjak dewasa dan dari segi badan pun sama besar, saat hari itu pun penulis mencoba berkonsultasi lagi dengan guru pamong untuk menyelesaikan masalah yang di alami penulis. Selain masalah-masalah yang di atas adapun masalah lain yang di alami oleh penulis yaitu mengenai materi yang di ajarkan, karena penulis mengajar di 2 tingkatan sekolah yang berbeda yaitu SMP dan SMA, penulis terkadang keberatan mengemban materi yang akan di ajarkan, misalkan pada hari tertentu penulis mengajar di 2 kelas yang berbeda yaitu kelas IX dan kelas XI. Di saat itulah penulis merasa sangat kewalahan dalam mempelajari materi yang akan di ajarkan.

4.2  Penyelesaian
         Pada permasalahan yang pertama mengenai rasa canggung yang di alami penulis saat mengajar, cara yang di gunakan untuk menghadapi masalah itu penulis mencoba untuk rileks saat mengajar dan mempelajari dengan baik konsep belajar yang akan di samapaikan supaya saat mengajar penulis memahami betul apa yang akan di sampaikan, kemudian penulis melakukan pendekatan-pendekatan dengan siswa-siswa supaya ada komunikasi yang bisa membuat siswa-siswa dan penulis nyaman selama proses pembelajaran berlangsung.
         Selanjutnya pada permasalahan yang kedua mengenai siswa-siswa yang ribut di dalam kelas, permasalahan ini yang sangat sering di dapatkan penulis saat memasuki ruang kelas, seperti contoh pada saat penulis mengajar di kelas VII.3. di kelas ini saat penulis baru pertama kali mengajar bingung bagaimana cara mengatasi siswa-siswa yang ribut dalam kelas. Siswa-siswa tersebut saat di tegur memang bisa diam sejenak, namun saat penulis mulai melanjutkan lagi menjelaskan materi siswa-siswa kelas pun mulai ribut kembali. Setelah proses pembelajaran selasai penulis menceritakan permasalahan yang di dapat saat mengajar kepada guru pamong, di sinilah guru pamong memberi kami pengarahan-pengarahan supaya pada pembelajaran selanjutnya bisa lebih baik dalam pengelolaan kelas. Guru pamong pun menyarankan supaya pada saat mengajar siswa-siswa tersebut di berikan beberapa soal untuk di jadikan poin penilaian, dan hasilnya dengan menggunakan poin penilaian tersebut pun akhirnya suasana kelas yang sebelumnya kurang kondusif setelah menggunakan metode pemberian reward yang berupa pemberian poin nilai pun menjadi lebih tenang. Siswa-siswa pun mulai berkonsentrasi dan memperhatikan guru yang sedang menjelaskan materi di depan kelas, karena jika mereka tidak memperhatikan maka mereka tidak akan bisa menjawab soal poin yang akan di berikan oleh guru Penulis pun menggunakan metode belajar dengan pemberian reward berupa poin nilai kepada siswa yang bisa mengerjakan soal yang di berikan, dengan begitu siswa-siswa tersebut bersemangat untuk mengikuti pelajaran yang berlangsung.
         Selanjutnya pada permasalahan yang lain pada kelas XII, pada permasalahan yang ini saya rasa lumayan rumit karena saat penulis mau memulai proses pembelajaran siswa-siswanya malah tidak mau belajar dengan alasan bosan belajar terus, setelah sebelumnya penulis mengkonsultasikannya dengan guru pamong, penulis pun saat akan memulai pembelajaran menanyakan kesiapan siswa untuk melanjurkan materi belajar. Saat itu siswa mengatakan kepada guru bahwa capek belajar terus kata mereka, dari situlah penulis mengambil inisiatif untuk memberikan 1 jam pelajarannya untuk siswa bebas bermain di dalam kelas dengan catatan tidak mengganggu kelas lain dan tidak ada yang keluar kelas. Penulis mengambil langkah ini karena menurut penulis jika di memaksakan siswa untuk belajar juga percuma jika siswanya malas, setelah memberikan waktu 1 jam pelajaran untuk bermain/membebaskan siswa berinteraksi dengan siswa lain di kelas lalu pada saat memasuki jam pelajaran yang kedua guru meminta siswa-siswa untuk serius mengikuti pembelajaran materi untuk selanjutnya.
         Kemudian masalah yang terakhir yang di alami penulis adalah mengenai materi yang di emban oleh penulis, di mana pada permasalah yang telah di sebutkan tadi di atas telah di ketahui bahwa materi yang di emban oleh penulis cukup berat karena ada 2 tingkatan pendidikan yang harus di ajar yaitu SMP dan SMA. Di sini penulis mengkonsultasikan kepada guru pamong untuk membicarakan megenai materi yang di ajarkan, banyak masukan-masukan yang di dapat dari guru pamong. Untuk mengatasi permasalahan ini akhirnya penulis mencoba menjalani aja dulu semua yang telah menjadi tanggung jawabnya, dengan cara mempelajari materi-materi yang akan di ajarkan lah menjadi langkah yang di ambil penulis. Meski dengan cara tersebut belumlah optimal karena secara nyata jika penulis bukanlah guru professional tapi dengan cara tersebut penulis merasakan perbedaan yang signifikan, intinya kita harus memahami konsep yang akan di pelajari sebelum menyampaikan materi ajar supaya saat proses pembelajaran berlangsung guru benar-benar siap.

         4.3 Hasil
         Sebagaimana masalah yang telah penulis hadapi di atas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa setelah melakukan berbagai cara penyelesaian maka pada permasalahan yang pertama hasil yang di dapat cukup signifikan. Yaitu siswa pun bisa lebih semangat dalam belajar karena termotivasi dengan cara yang guru lakukan, yaitu dengan pemberian poin nilai yang membuat siswa lebih focus dan serius belajar. Sehingga dalam pengelolaan selanjutnya pun guru lebih mudah dalam membimbing siswa dengan pendekatan-pendekatan yang di lakukan oleh guru. Selanjutnya pada permasalahan yang di hadapi penulis di kelas XII, yaitu siswa yang tidak mau belajar saat jam pelajaran sudah di mulai. Dengan cara memberikan waktu kepada siswa untuk sejenak bermain supaya menghilangkan rasa jenuh dalam belajar. Karena kelas XII menurut penulis bukan lagi untuk terlalu di paksakan atau terlalu di tekan dalam pembelajaran, yang harus di lakukan adalah memotivasi supaya siswa tersebut lebih rileks dan nyaman dalam belajar. Dengan cara penyelesaian yang di lakukan penulis maka hasil yang didapat bisa di katakan cukup efektif. Yang terpenting kompetensi yang ingin di capai itu tercapai dan tidak harus memaksakan siswa untuk terlalu di forsir dalam belajar. Dan setelah menggunakan cara itu pun siswa bisa lebih serius belajar karena merasa bahwa guru mengerti dengan apa yang di alami siswa kelas XII tersebut.



















BAB V
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Dari pengalaman Penulis selama mengikuti  PPL dan penyelesaian penulisan refleksi ini, maka Penulis dapat menyimpulkan yaitu  :
1.     Pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan mata kuliah yang sangat penting bagi mahasiswa FKIP. Melalui mata kuliah ini mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang didapatkan di bangku kuliah dan mendapatkan pengalaman menghadapi siswa dengan tingkah laku yang berbeda-beda.
2.      Dengan adanya kegiatan PPL, penulis sebagai calon guru memiliki bekal ataupun masukan untuk kegiatan mengajar setelah terjun ke lapangan yang sebenarnya pada masa yang akan datang. Pentingnya kesiapan sebelum melakukan proses belajar mengajar, baik kesiapan mental ataupun kesiapan dalam penguasaan materi.
4.2 Saran
Penulis mengaharapkan agar setiap sekolah mitra tempat PPL dapat menerima, membimbing dan membina mahasiswa/i PPL dengan baik. Pada UPT PPL Universitas Jambi agar memfokuskan program terhadap tujuan yang dicapai dengan mempertimbangkan kematangan atau kesiapan mahasiswa yang menjadi objek PPL.













No
NAMA
PROGRAM STUDI
NIM
KETERANGAN
1.
Nico Andrianto
MATEMATIKA
RRA1C210029
Ketua
2.
Yuliana Afifah
BAHASA INGGRIS
RRA1B209052
Sekretaris
3.
Nuramina
MATEMATIKA
RRA1C210088
Bendahara
4.
Erlina
MATEMATIKA
RRA1C210003
Anggota
5.
Soleha
MATEMATIKA
RRA1C210094
Anggota
6.
Anita Nirmala
BAHASA INGGRIS
RRA1B210074
Anggota
7.
Eka Septiarni
BAHASA INGGRIS
RRA1B210034
Anggota
8.
Najmi Harisusmida
BAHASA INGGRIS
RRA1B210029
Anggota
9.
Queen Tri Reski
KIMIA
RRA1C110019
Wakil bendahara
10
Lili Susanti
KIMIA
RRA1C110015
Anggota
11
Ari Hidayah
KIMIA
RRA1C110010
Anggota
12
Fitria Ningsih
KIMIA
RRA1C110029
Anggota
13
Tiara Nur Shinta
KIMIA
RRA1C110011
Anggota
14
Nurul Hayati
BIOLOGI
RRA1C410042
Anggota
15
Marlina Marbun
BIOLOGI
RRA1C410086
Anggota
16
Rita Amaliyah
BIOLOGI
RRA1C410061
Anggota
17
Syamsudin
BIOLOGI
RRA1C410043
Wakil Ketua
18
Arnides Rusandi
PDU
RRA1A110057
Wakil Sekretaris
19
Vera Apriani
PDU
RRA1A110071
Anggota
20
Pramudita Febriani
PDU
RRA1A110037
Anggota
21
Azizah
PDU
RRA1A110033
Anggota
SUSUNAN ANGGOTA PPL
SMP-SMA ISLAM AL-FALAH KOTA JAMBI






Tidak ada komentar:

Posting Komentar