REFLEKSI
PENGALAMAN MENGIKUTI PPL
DI
SMP-SMA ISLAM ALFALAH KOTA JAMBI
SEMESTER
GANJIL 2012/2013
OLEH
:
NICO
ANDRIANTO
RRA1C210029
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
PENDIDIKAN
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2013/2014
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Pendidikan
memiliki peranan penting dalam upaya meningkatkan kualitas baik sosial,
spiritual, intelektual, maupun kemampuan profesional. Karena manusia merupakan
kekuatan utama pembangunan, maka dengan demikian mutu sistem pendidikan akan
menentukan tingkat keberhasilan pembangunan.
Hal ini sesuai dengan pasal 31 UU 1945.
Proses
belajar mengajar merupakan suatu proses interaksi antara guru dan siswa yang
didasari oleh hubungan yang bersifat mendidik dalam rangka pencapaian tujuan.
Guru merupakan suatu profesi sekaligus amanah besar yang harus dijalankan. Guru
adalah orang yang dipercaya untuk mendidik anak-anak bangsa menjadi generasi
yang pantas menjadi pewaris negeri. Berbagai upaya telah dilakukan untuk
membina calon guru agar mereka menjadi tenaga pendidik yang profesional didalam
mendidik siswanya. Salah satu usaha yang dilakukan yaitu memberikan program
pengalaman lapangan. Usaha ini merupakan satu – satunya pembinaan calon guru
yang dilakukan secara kontinu dan relative bagi mahasiswa FKIP Universitas
Jambi. Program Pengalaman Lapangan sangat penting dalam usaha membentuk calon
guru yang professional. Di dalam kurikulumnya terdapat salah satu mata kuliah
yang akan memberikan pengalaman belajar mengajar dalam menerapkan segala
teori-teori dalam kegiatan belajar mengajar yang didapat salama perkuliahan
pada keadaan yang sebenarnya. Mata kuliah ini adalah Praktek Pengalaman
Lapangan (PPL) terdiri atas 4 SKS, yang wajib diikuti oleh mahasiswa dari semua
jurusan yang ada di FKIP.
PPL adalah
suatu kegiatan akademik yang bersifat intrakulikuler yang mencakup segala
pengalaman, latihan mengajar, dan tugas-tugas kependidikan lainnya. PPL
dilaksanakan dengan tujuan tertentu yaitu agar mahasiswa mengetahui seluk beluk
bakal tempat tugasny, menguasai cara menerapkan berbagai keterampilan dasar
mengajar dan berbagai kemampuan keguruan secara utuh. Program Pengalaman
Lapangan atau bagian dari proses penyiapan lulusan tenaga pendidikan di FKIP
Universitas Jambi yang secara teknisnya mahasiswa turun langsung ke sekolah –
sekolah guna memperoleh berbagai pengalaman sebagai seorang guru bukan hanya
mengajar di depan kelas tetapi dituntut lebih mampu mengelola kelas. Dengan
demikian, diharapkan mereka tidak canggung lagi menghadapi berbagai masalah
baik yang menyangkut mata pelajaran yang mereka pegang maupun masalah-masalah
yang menuntut kecerdasan emosi dan intelektual dalam menyelesaikannya.
Kenyataan
di lapangan membuktikan, bahwa seorang guru tidak hanya dihadapkan pada masalah
materi pengajaran, tetapi juga masalah – masalah yang membutuhkan manajemen
emosi dan intelektual untuk menyelesaikannya. Dari kegiatan PPL inilah calon
guru disiapkan untuk terbiasa bijak dalam menyelasaikan masalah-masalah
tersebut. Sebagaimana diketahui guru profesional adalah guru yang mau mengerti dan
cepat tanggap atas kekurangan siswanya. Dan selayaknya sebagai calon tenaga
kependidikan guru diharapkan peka terhadap permasalahan yang timbul dalam kelas
selama proses belajar mengajar (KBM). Dengan kegiatan PPL inilah mahasiswa
dapat mengetahui sejauh mana kemampuan yang dimilikinya unuk mendidik dan apa
saja yang diperlukan untuk meningkatkan keefektifan belajar dalam kelas.
1.2. Tujuan penulisan
Penulisan ini bertujuan untuk
memenuhi kewajiban yang diberikan oleh UPT PPL sebagai laporan mengenai
pelaksanaan tugas keguruan selama PPL berlangsung, diantaranya:
- Mengenal secara cermat lingkungan fisik
administratif akademik dan sosial selama PPL
- Memberikan gambaran tentang pelaksanaan pendidikan
atau kegiatan belajar mengajar di SMP-SMA Islam Al Falah Kota Jambi
- Memenuhi tugas akhir praktek pengalaman lapangan
yang diberikan oleh UPT PPL sebagai laporan mengenai pelaksanaan selama
penulis mengikuti PPL di SMP- SMA Islam Al falah Kota Jambi.
1.3. Manfaat Penulisan
Makalah ini diharapkan bisa
bermanfaat bagi:
- Bagi penulis, makalah ini dapat berfungsi sebagai
cermin atau refleksi diri untuk mengetahui sejauh mana kemampuan penulis
dalam mempraktekkan ilmu pengetahuan yang penulis miliki
- Bagi pembaca, makalah ini hendaknya berfungsi
sebagai tambahan untuk pengajaran yang lebih efektif
- Sebagai pertimbangan bagi sekolah mitra dan UPT PPL
Universitas Jambi untuk perbaikan pelaksanaan kegiatan PPL dimasa
mendatang.
BAB II
GAMBARAN SINGKAT
SMP-SMA ISLAM AL-FALAH
KOTA JAMBI
2.1.
Sejarah Sekolah
Yayasan Islam Al-Falah terbentuk pada
tahun 1989 berdirilah TK dan SD Al-Falah yang berlokasi di damping mesjid Agung
Al-Falah Jambi. Pada tahun 1993 Yayasan membuka SLTP Islam Al-Falah gedung
berlokasi di Jalan Sultan Thaha samping mesjid Agung Jambi. Sedangkan SMU Islam
Al-Falah Jambi mulai dibuka tahun 1997.
Pada tahun 1999 didirikan bangunan
baru bertingkat untuk SMP dan SMU di
jalan Hos Cokroaminoto Kelurahan Selamat
(samping gedung ASM/STIE Jambi). Pengembangan tersebut bertujuan untuk
ikut berperan aktif dan beranggung jawab dalam melaksanakan pendidikan Nasional
yang bermuatan Islam.
Dalam tahun 2003, Alhamdulillah
telah dapat berdiri pula mesjid yang berukuran 20 m x 20 m untuk sholat Zhuhur dan Ashar
berjama’ah yang dilaksanakan oleh
siswa/i SMP-SMU Islam Al-Falah bersama-sama kepala sekolah, guru, dan
karyawan/ti .
Atas
bantuan dan kerjasama dari PEMDA TK I
dan Dinas PU, jalan masuk dari jalan raya Utama sampai ke lapangan upacara
dalam kompleks SMP-SMU Islam Al-Falah Jambi sepanjang 275,40 m telah selesai
diaspal pada tanggal 28 April 2003.
Alhamdulillah, dalam tahun 2003 ini telah diajarkan pengetahuan komputer untuk
siswa/I, dibimbing oelh guru yang berpengalaman.
Memasuki
usia ke 20
SMP-SMA Islam Al-Falah telah dipimpin oleh :
1.
Periode
1993-1998, Drs. Harmoni (SLTP)
2.
Periode 1998-2002, Drs. Pahrurrazi(SLTP)
3.
Periode 1998-2002, Drs. Ahmad
Kusairi(SMU)
4.
Periode 2002-2004, Syahrial Rosa, S.Pd (SLTP - SMU).
5.
Periode 2004-2011, Drs. Syafli Makmur, M.Si. (SMP-SMA)
6.
Periode 2011-sekarang, A. Syhabuddin, S.Pd,M.Pd.I (SMP-SMA)
Adapun
identitas sekolah tersebut secara terperinci adalah :
a.
SMA
Islam Al-Falah Jambi
Nomor
Statistik Sekolah :
304106001043
Nama Sekolah :
SMA ISLAM AL-FALAH JAMBI
Alamat :
Jl. Hos Cokroaminoto
Desa/Kelurahan :
Selamat
Kota :
Jambi
Provinsi : Jambi
Kode Area/
No. Telp : ( 0741 ) 669531
Kode Pos : 36129
b.
SMP
Islam Al-Falah Jambi
Nomor
Statistik Sekolah :
204106001080
Nama Sekolah :
SMP ISLAM AL-FALAH JAMBI
Alamat :
Jl. Hos Cokroaminoto
Desa/Kelurahan :
Selamat
Kota :
Jambi
Provinsi : Jambi
Kode Area/
No. Telp : ( 0741 ) 669531
Kode Pos : 36129
2.2 Struktur
Organisasi
Organisasi adalah
kumpulan orang-orang yang memiliki tujuan yang sama, akan tetapi memiliki
tugas, wewenang dan kewajiban yang berbeda. Alur tugas dan keajiban tersebut dapat dilihat dalam suatu struktur
organisai yang sistematis. Dari struktur organisaisi juga dapat dilihat
gamabaran bidang kerja dari masing-masig anggota.
Dengan adanya organisasi akan
memudahkan pimpinan mengadakan pengawasan, koordinasi dan juga termasuk didalam
pengambilan keputusan-keputusan yang diperlukan dalam tubuh organisasi. Sedangkan
organisasi tanpa struktur sulit untuk melaksanakan aktivitas dalam melaksanakan
kegiatan program kerja dan tujuan organisasi.
Untuk itu organisasi yang baik dan
mempunyai program kegiatan harus tergambar jelas bentuk dan formatnya sehingga
semakin jelas tujuan organisasi.
Adapun
bentuk struktur organisasi SMP-SMA Islam Al-Falah Kota Jambi adalah :
|
Kepala Sekolah
|
|
Kepala TU
|
|
Staf TU
|
Staf Guru
|
WK. Sek.
|
|
WK. Sek.
Kurikulum
|
|
BK/BP
|
|
Guru
|
|
Wali kelas
|
BK/ BP Guru
|
Siswa
|
STRUKTUR
TATA USAHA
SMP SMA ISLAM AL-FALAH JAMBI
KEPALA SEKOLAH
A.Syhabuddin, S.Pd,M.Pd.I
|
KEPALA T.U
Marpuah
|
|
T.U
-
Lucy Eka
Dewi
- lili
- upit
pitra
- fathul
|
SATPAM
-
Yuliansah
-
Mukhtar muin
|
|
KEBERSIHAN
Sahrul
Darius
|
|
PERPUSTAKAAN
Siti Khodijah, S.Ip
|
|
UKS
Dini
maulida yusra
|
2.3 Klasifikasi Tugas
2.3.1. Kepala Sekolah
SMP-SMA
Islam Al-Falah Kota Jambi dipegang oleh kepala sekolah sebagai tugas
administrator dan suvervisor yang dipimpinnya yang bertanggung jawab atas
kelancaran dan keberhasilan semua urusan pengaturan dan pengelolaan sekolah
secara informasi kepada masyarakat.
Kepala
sekolah bertugas sebagai berikut :
·
Sebagai
penenggung jawab pelaksanaan teknis bimbingan konseling
·
Memimpin kelancaran pelaksanaan pendidikan serta mutu
pendidikan di sekolah
·
Menyusun
Planning
Menetapkan
rencana jangka panjang dan rencana jangka pendek, misalnya dalam program
tahunan dan program semester.
·
Menyusun
Organizing
Kepala sekolah merupakan seorang pelaksana dari kegiatan,
baik itu program jangka panjang maupun jangka pendek. Contoh : apabila siswa
mempunyai prestasi baik, maka kepala sekolah memberikan beasiswa kepada siswa
tersebut untuk meringankan biaya orangtua yang ditanggungnya.
Dalam
melaksanakan tugasnya kepala sekolah dibantu oleh berbagai pihak, antara lain
:
a.
Pihak
Yayasan
Pihak
yayasan bertugas menaungi serta melindungi kesejahteraan sekolah. Selain itu
pihak yayasan juga bertugas mengawasi segala sesuatu yang telah ditetapkan oleh
kepala sekolah guna kelancaran proses belajar mengajar.
Tugas dan
wewenang pihak yayasan sekolah :
- Mendorong dan meningkatkan hubungan yang baik antara
masyarakat, sekolah dan pemerintahan.
- Membantu kelancaran pendidikan.
- Mengusahakan bantuan dari masyarakat berupa
benda benda, uang maupun jasa.
b. Tenaga Administrasi
Tenaga administrasi pada SMP-SMA Islam
Al-Falah Jambi mempunyai andil besar dalam rangka lancarnya pendidikan di
sekolah. Contohnya dalam rangka penerimaan siswa baru.
Kepala tata usaha sekolah bertanggung
jawab kepada kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan
sekolah meliputi kegiatan sebagai berikut:
- Menyusun
program tata usaha
- Mengelola
keuangan sekolah
- Mengurus
administrasi ketenagaan dan siswa
- Membina dan mengembangkan karir pegawai tata usaha
sekolah
- Menyusun
perlengkapan administrasi sekolah
- Menyusun dan mengajukan data statistik sekolah
- Menyusun
dan menyajikan data administrasi sekolah
- Mengkoordinir
dan melaksanakan 10K
- Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan kepengurusan
ketatausahaan secara baik dan berkala.
Adapun nama-nama pengurus TU di SMP-SMA Islam Al- Falah Jambi adalah
sebagai berikut:
Kepala Tata Usaha : Marpuah
c.
Wakil Kepala Sekolah
Di SMP-SMA Islam Al-Falah kota Jambi terdapat satu
koordinator wakil kepala sekolah yang bertugas mengkoordinir para wakil kepala sekolah dalam
menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Kemudian terdapat 5 wakil kepala
sekolah yang menangani bidang yang berbeda
Wakasek kurikulum :
Mashudi,
S.Pd
Wakasek kesiswaan :
Drs.
Pahrurrazi
1.
Wakil
kepala sekolah Urusan Kurikulum
Mempunyai
tugas antara lain :
1.
Menyusun
program pengajaran
2.
Menyusun
tugas guru dan jadwal pelajaran
3.
Menyusun jadwal pelaksanaan ulangan umum serta ujian
akhir
4.
Menetapkan
kriteria persyaratan naik/ tidak naik/ kriteria kelulusan.
5.
Mengatur
jadwal penerimaan buku laporan hasil belajar dan STTB
6.
Mengkoordinasikan
dan mengarahkan penyusunan suatu kegiatan
7.
Membina
kegiatan MGMP
8.
Membina
kegiatan sanggar PKG/ MGMP/ MEDIA
9.
Melakasanakan
penilaian guru teladan
10. Membina kegiatan
lomba-lomba bidang akademis.
2.
Wakil
Kepala Sekolah Urusan Kesiswaaan
Mempunyai tugas antara lain sebagai berikut :
1.
Menyususn program pembinaan kesiswaan atau OSIS
2.
Melaksanakan pembimbingan, pengarahan dan pengendalaian
kegiatan siswa atau OSIS dalam rangka menegakkan tata tertib sekolah serta
pemilihan pengurus OSIS
3.
Membina
pengurus OSIS dalam berorganisasi
4.
Menyusun
program dan jadwal pembinaan siswa secara berkala dan insidental
5.
Membina dan melaksanakan koordinasi keamanan, kebersihan,
ketertiban, keindahan dan kekeluargaan
6.
Melaksanakan pemilihan calon siswa teladan dan penerima
beasiswa
7.
Mengatur
mutasi siswa
8.
Mengadakan
pemilihan siswa untuk mewakili sekolah dalam kegiatan di luar sekolah
9.
Menyusun pelaksanaan kegiatan kesiswaan secara berkala
10. Menyusun program
ekstrakurikuler
2.4 Keadaan Guru dan
Siswa
2.4.1 Keadaan guru
Keadaan
guru dan pegawai yang ada di SMA Islam Al falah Kota Jambi dapat digolongkan
baik dan berkualitas. Hal ini dikarenakan guru-guru yang mengajar dan pegawai
cukup senior dan ditambah tingkat pendidikan guru yang mengajar tersebut
sarjana dan sarjana muda . Selain itu, beberapa guru di SMA ini sedang
mengikuti pendidikan S-2, sehingga sangat kualitas keilmuan yang mereka ajarkan
kepada siswa sangat baik.
Selain guru bidang studi ada juga
guru BK yang mempunyai tugas memberikan
bantuan kepada siswa-siswa yang bermasalah di dalam pendidikan di sekolah. Guru
BK adalah guru yang membimbing siswa secara psikologis. Mereka dekat dengan
siswa, terbuka dan bersedia membantu menyelasaikan masalah siswa yang
mengganggu proses belajar-mengajar. Untuk mengoptimalkan perannya, guru BK
tidak hanya menunggu adanya siswa-siwa yang bermasalah dating kepadanya, akan
tetapi senantiasa melakukan kontroling. Sehingga, secara rutin guru BK
mengadakan hubungan dengan orang tua siswa dalam rangka mengontrol tingkah laku
siswa di sekolah maupun di rumah. Selain itu BK juga membantu siswa kelas 1
untuk memilih dan menentukan jurusan yang akan dipilihnya di kelas 2 dan di
kelas 2 juga untuk memilih jurusan di kelas 3.
Adapun tugas guru di SMA Islam Al
Falah Kota Jambi adalah sebagai berikut :
1.
Memberikan
informasi tentang sistem sekolah dan kegiatan sekolah secara langsung kepada
orang tua siswa melalui kontak sehari- hari
2.
Mengembangkan
kerja sama dengan orangtua siswa dan masyarakat
3.
Mendidik siswa dan melakukan proses belajar mengajar
dengan baik
4.
Menerima informasi atau keluhan dari masyarakat untuk
disampaikan kepada wakasek urusan humas.
I.
Displin
Waktu
·
Jam
dinas bagi guru dari pukul 06.45-14.00 WIB, setiap harinya kecuali hari jum’at
sampi pukul 13.00
WIB. Akan tetapi bagi guru-guru yang memiliki tugas belajar ekstra, maka jam
dinas mereka sampai pukul 15.15.
·
Setiap
guru wajib mengikuti upacara bendera setiap hari senin dan hari tertentu
lainnya dan setiap guru siap untuk bergilir menjadi Pembina upacara.
·
Guru
yang tidak hadir melaksanakan tugasnya karena ada halangan penting atau sakit,
maka harus mendapatkan izin dari kepala sekolah dengan memberi tahu melalui
surat atau berita lainnya.
·
Guru
yang tidak hadir padahal ada jam mengajarnya maka guru tersebut diusahakan
untuk dapat memberikan tugas pada siswanya, dan diberikan sebelumnya pada guru
piket hari tersebut.
II.
Tertib
Mengajar
Dalam
kegiatan mengajar maka setiap guru di SMA Islam Al Falah Kota Jambi diharuskan:
·
Memiliki
buku persiapan harian, buku program kerja tahunan, satuan pelajaran, rencana
pekerjaan, buku daftar nilai atau absen dan buku soal-soal ujian.
·
Memberikan
pekerjaan rumah kepada siswa dalam mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan
pokok-pokok bahasan.
·
Selain
itu, guru harus menjalankan tugas-tugasnya lainya yang harus diatur oleh kepala
sekolah sebagaimana terdapat dalam program tahunan.
III.
Tertib Evaluasi
·
Evalusi dilakukan setiap selesai pokok bahasan,
·
Bahan test yang digunakan adalah bahan tes yang dapat
membangkitkan minat belajar siswa
·
Evaluasi dalam bentuk tertulis dan lisan termasuk
penilaian proses belajar dan sikap siswa.
Nama-nama
Guru SMA Islam Al-Falah
kota Jambi:
|
NO
|
NAMA GURU
|
PNS/GTT/GTY
PANGKAT/GOL
|
MATA PELAJARAN
|
|
|
1
|
Drs Pahrurrazi
|
GTY
|
SOSIOLOGI
|
|
|
3
|
Mercy, S.Pd
|
GTY
|
B.INGGRIS
|
|
|
4
|
Elfiana, S.Pd.
|
GTY
|
KIMIA
|
|
|
5
|
Rina
Wiliandri H, S.H.
|
GTY
|
PPKN
|
|
|
6
|
Titin Fariyanti, S.Si.
|
GTY
|
BIOLOGI
|
|
|
9
|
Yanti Yulistiawati, S.Psi.
|
GTT
|
B. K.
|
|
|
10
|
Tina, S.Pd.
|
GTY
|
FISIKA
|
|
|
11
|
Parsaulian Harahap, S.Pd
|
GTT
|
B. INGGRIS
|
|
|
13
|
Meri Anggraini, S.Pd
|
GTT
|
MTK
|
|
|
15
|
WiSnova Fitria, S.Pd
|
PNS
|
EKONOMI
|
|
|
16
|
Reka Suveri, S.Pd
|
GTY
|
OLAH RAGA
|
|
|
18
|
Eva Novita,SE
|
GTT
|
SEJARAH
|
|
|
20
|
Dian Puspita Anggraini,S.Pd
|
GTT
|
BAHASA INDONESIA
|
|
|
21
|
Novi Madayanti,S.Pd
|
GTT
|
MATEMATIKA
|
|
|
22
|
Drs.khusaini
|
GTT
|
AGAMA
|
|
|
23
|
Siti Rahima,S.Pd.I
|
GTT
|
BAHASA ARAB
|
|
|
24
|
Santoso S,S.Pd
|
GTT
|
MATEMATIKA
|
|
|
25
|
Erman,S.Pd.I
|
GTT
|
AAK
|
|
|
26
|
Heriyanto,S.Pd
|
GTT
|
TIK
BIOLOGI
|
|
|
27
|
Yolly Yolanda,S.Pd
|
GTT
|
GEOGRAFI
|
|
|
28
|
Utami Handayani,S.Sos
|
GTT
|
KESENIAN
|
|
|
29
|
Eka Putri anggrayani,S.Pd.I
|
GTT
|
AL-QUR’AN DAN HADIST
|
|
|
30
|
Yanti Sri Rejeki
|
GTT
|
SOSIOLOGI
|
|
|
31
|
Patrisia Melcy,S.Pd
|
GTT
|
BAHASA INDONESIA
|
|
|
32
|
Hilda Andhina,S.Kom
|
GTT
|
TIK
|
|
|
33
|
Afdhal Naiem,S.Pd.I
|
GTT
|
BDJ
|
|
|
35
|
Indrawati,S.Pd
|
PNS
|
KIMIA
|
|
|
36
|
Dian,S.Pd
|
GTT
|
BIOLOGI
|
Nama-nama
Guru SMP Islam Al-Falah
kota Jambi:
|
NO
|
NAMA GURU
|
PNS/GTT/GTY
PANGKAT/GOL
|
MATA PELAJARAN
|
|
|
1
|
Drs Pahrurrazi
|
GTY
|
PKN
|
|
|
2
|
Mashudi, S.Pd
|
GTY
|
MATEMATIKA
|
|
|
3
|
Sutarno, S.Pd.
|
GTY
|
FISIKA
|
|
|
4
|
Drs Sulaiman
|
GTY
|
AL QUR’AN
|
|
|
7
|
Tukirat, S.Pd.
|
GTY
|
B.INGGRIS
|
|
|
9
|
Titin Fariyanti,
S.Si.
|
GTY
|
BIOLOGI
|
|
|
10
|
Daup Madraup, S.Pd.
|
GTY
|
KESENIAN
|
|
|
12
|
Nadirah,S.Pd
|
GTT
|
BAHASA
INDONESIA
|
|
|
14
|
Yumna, S.Pd.
|
GTT
|
EKONOMI
|
|
|
15
|
Yanti Yulistiawati,
S.Psi.
|
GTT
|
B. K.
|
|
|
17
|
Parsaulian Harahap,
S.Pd
|
GTT
|
B. INGGRIS
|
|
|
19
|
Meri Anggraini, S.Pd
|
GTT
|
MATEMATIKA
|
|
|
20
|
Dayang Astuti, S.Pd
|
GTY
|
GEOGRAFI
|
|
|
21
|
Drs. Alexs
Prima Putra .S,Pd
|
PNS
|
OLAH RAGA
|
|
|
22
|
Erlindawati, S.Pd
|
GTY
|
BAHASA
INDONESIA
|
Nama-nama Wali Kelas SMP-SMA Islam Al-Falah Jambi :
|
Kelas
|
Wali Kelas
|
|
VII.1
|
Yumna, S.Pd.
|
|
VII.2
|
Andi Vitra
Saputra,S.Pd.I
|
|
VII.3
|
Sutarno ,S.Pd
|
|
VII.4
|
Habibi, S.Pd.I
|
|
VIII.1
|
Daup Mardaup, S.Pd
|
|
VIII.2
|
Drs. Alexs
Prima Putra .S,Pd
|
|
VIII.3
|
Drs Sulaiman
|
|
VIII.4
|
Novi Madayanti,S.Pd
|
|
IX.1
|
Mery Anggraini, S.Pd
|
|
IX.2
|
Tukirat, S.Pd.
|
|
IX.3
|
Erlindawati, S.Pd
|
|
IX.4
|
Heriyanto, S.Pd
|
|
X.1
|
Drs.Khusaini
|
|
X.2
|
Titin
fariyanti,S.Si
|
|
X.3
|
Erman,S.Pd.I
|
|
X.4
|
Reka
Suveri, S.Pd
|
|
XI IPA 1
|
Tina, S.Pd
|
|
XI IPA 2
|
Dian
Puspita Anggraini,S.Pd
|
|
XI IPA 3
|
Mercy Zulbaini, S.Pd
|
|
XI 1PS 1
|
Rina wiliandri, S.H
|
|
XI
IPS.2
|
Eva
Novita,SE
|
|
XII IPA 1
|
Santoso, S.Pd
|
|
XII IPA 2
|
Elfiana, S.Pd
|
|
XII
IPA 3
|
Parsulian Harahap, S.Pd
|
|
XII IPS 1
|
WiSnova Fitria, S.Pd
|
|
XII
IPS 2
|
Yanti Yulistiawati,
S.Psi.
|
2.4.2. Guru BP / BK
Guru
BP / BK mempunyai tugas dan wewenang di luar mata pelajaran, khususnya bagi
siswa yang bermasalah, dimana permasalahan yang dihadapi siswa sangatlah
bervariasi yang akan mengakibatkan gangguan dalam proses belajar siswa. Seorang
Guru BP / BK ialah guru yang benar – benar mengetahui perkembangan psikologi
anak, melalui Guru BP / BK diharapkan bagi para siwa yang memiliki masalah yang
mengakibatkan terganggunya proses belajar dan diselesaikan dengan baik. Selain
itu secara rutin mengadakan hubungan dengan orang tua siswa dalam rangka
mengontrol tingkah laku siswa di sekolah dan di rumah.
Di
SMP-SMA Islam Al-Falah kota Jambi hanya
ada 1 orang guru BP/BK, yaitu Yanti Yulistiawati, S.Psi
2.5 Keadaan siswa
Melihat perkembangan secara keseluruhan bahwa siswa
SMA Islam Al Falah kota jambi telah
mampu memenuhi tuntutan pembangunan nasional khususnya dibidang pendidikan
siswa adalah anak didik yang menjadi sarana pendidikan atau yang dididik,
diajar, diarahkan, dipimpin, dari segi ilmu pengetahuan, keterampilan serta
moral dan budi pekerti yang luhur. Hal ini dikarenakan, semua siswa selalu
mengikuti bimbingan keagamaan yang ada di SMP-SMA Islam Al Falah Kota Jambi.
Agar proses kegiatan belajar mengajar di SMP-SMA Islam Al Falah Kota
Jambi dapat terlaksana dengan sangat baik, diperlukan peraturan yang harus
dipatuhi oleh siswa antara lain:
1.
Setiap
hari proses
belajar mengajar dimulai pukul 07.15-15.30 WIB kecuali
hari jum’at pukul 13.00
WIB.
2.
Setiap
siswa wajib mengikuti bai’at yang dilaksanakan pukul 06.45 sampai 07.00 WIB.
3.
Setiap
siswa wajib shalat dzuhur berjama’ah di sekolah serta tilawah qur’an yang
diadakan secara rutin di sekolah.
4.
Pada
hari jum’at meskipun kegiatan belajar mengajar berakhir pukul 13.00, akan tetapi bagi
siswa putri wajib melakukan pembinaan rohani berupa mentoring oleh tutor yang
sengaja didatangkan, sedangkan bagi siswa putra wajib mengikuti shalat jum’at
di sekolah.
5.
Bagi
siswa yang terlambat tidak dibenarkan untuk masuk kelas kecuali setelah
mendapatkan izin dari guru piket
6.
Selama
jam sekolah, siswa tidak dibenarkan untuk meninggalkan sekolah kecuali atas izin guru piket saat
itu.
7.
Setiap
siswa wajib mengikuti upacara setiap hari senin dan hari-hari yang ditentukan
8.
Siswa yang tidak hadir ke sekolah karena sakit atau hal
lain maka dapat member keterangan melalui surat.
9.
Siswa wajib mengikuti seluruh peraturan yang berlaku di
SMA Islam Al Falah Kota Jambi.
2.6 Lingkungan Fisik dan Sosial Sekolah
Bangunan
SMP-SMA Islam Al-Falah Kota Jambi ini memiliki batas bangunan sebagai berikut :
v Sebelah
utara berbatasan dengan perumahan penduduk
v Sebelah selatan
berbatasan dengan ASM
v Sebelah
barat berbatasan dengan jalan raya
v Sebelah
selatan berbatasan dengan TK/ SD 2 Al-Falah kota Jambi
2.6.1 Keadaan sarana
dan prasarana
Untuk mendukung lancarnya proses
belajar mengajar harus didukung oleh sarana dan prasarana yang ada di SMP-SMA
Islam Al-Falah Kota Jambi, yaitu sebagai berikut :
a.
Perpustakaan
Perpustakaan
adalah suatu sarana bagi siswa untuk menambah ilmu dan pengetahuannya dengan
membaca buku-buku yang tersedia, baik buku pelajaran maupun buku pengetahuan
umum. Disini juga terdapat majalah-majalah menarik hasil sumbangan dari
siswa-siswi SMP-SMA Islam Al-Falah Kota Jambi.
Untuk kelancaran pengelolaan
perpustakaan maka ada tata tertib perpustakaan yaitu:
- Siswa
yang masuk ke perpustakaan dilarang membawa tas serta menggunakan alas
kaki
- Siswa
yang meminjam buku harus mendaftarkan jenis buku dan penerbitnya terlebih
dahulu sebelum buku tersebut dipinjam kepada petugas perpustakaan
- Setelah
membaca buku diharapkan untuk mengembalikannuya ketempat semula
b. Laboratorium
Laboratorium merupakan salah satu faktor pendukung pendidikan. Laboratorium yang ada
di SMP-SMA Islam Al-Falah Kota Jambi
antara lain:
a.
Laboratorium
IPA
b.
Laboratorium
Komputer
c.
BP/BK
Yaitu
tempat siswa mendapatkan bantuan dan bimbingan dalam memecahkan masalah yang
dihadapi. Selain itu BP/BK membantu
siswa untuk memilih jurusan di kelas XI dan melanjutkan pendidikan.
d. Ruang OSIS
Merupakan tempat para pengurus Osis menyusun rencana
kegiatan. Ruang osis merupakan bentuk dukungan sekolah dengan adanya kegiatan
ekstrakurikuler yang mengembangkan ketrampilan diluar pelajaran sekolah.
e .
Sarana Prasarana Olahraga
SMP-SMA Islam Al-Falah kota Jambi memiliki sarana prasarana olahraga yang baik.
Hal ini terbukti dengan adanya lapangan volly, lapangan bola kaki, tenis meja
dan lapangan bulu tangkis.
2.6.2
Lingkungan Sosial
Hubungan sosial yang terjadi antara sekolah dan masyarakat luar adalah
kegiatan-kegiatan sosial yang dilakukan oleh sekolah seperti kunjungan untuk
studi banding ke sekolah – sekolah.
Hubungan sosial di dalam lingkungan
sekolah antara personil sekolah terjalin baik. Hubungan antara kepala sekolah, guru, pegawai TU dan
siswa belajar dengan baik.
Hubungan dengan orang tua siswa pun terjalin dengan baik, dimana
orang tua siswa turut berpartisipasi dalam menjaga kelancaran proses belajar
mengajar di sekolah. Pertemuan antara pihak sekolah dengan orang tua siswa
dilaksanakan untuk membicarakan
permasalahan yang berkaitan dengan siswa.
BAB
III
PENGALAMAN
3.1 Pengalaman Latihan
Mengajar
Pengalaman utama yang penulis dapatkan selama mengikuti
PPL adalah pengalaman latihan mengajar yang merupakan salah satu tugas keguruan
yang harus dilaksanakan selama mengikuti program pengalaman lapangan latihan
mengajar yang meliputi persiapan materi pelajaran, memilih metode pembelajaran,
serta menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran yang lain seperti cara memotivasi
siswa, membina, membimbing, dan memberi pelajaran serta cara menghadapi siswa
saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Melalui latihan mengajar ini, penulis banyak mendapatkan
masukan sehubungan dengan proses belajar mengajar di kelas. Melalui program
pengalaman lapangan ini penulis menjadi mengerti dan memahami bagaimana caranya
agar proses belajar mengajar dapat berlangsung sebagaimana mestinya. Disamping
itu penulis menyadari akan kekurangan dan kelemahan yang terdapat pada penulis
sebagai seorang guru PPL. Penulis harus dapat mencari penyelesaian atau
mengatasi masalah tersebut agar lebih baik saat latihan berikutnya dan menjadi
pelajaran bagi penulis serta tetap menjadi pendidik pada masa yang akan datang.
Dalam melaksanakan Praktek Pengalaman Lapangan
(PPL), penulis melaksanakannya pada semester ganjil 2013-2014 di SMP-SMA
ALFALAH Kota Jambi, banyak pengalaman
yang penulis dapat baik pada saat mengajar maupun diluar jam pelajaran.
3.1.1 Mata
Pelajaran yang di ajarkan
Mata
pelajaran yang dipegang yaitu matematika yang sesuai dengan jurusan yang diambil dibangku kuliah yaitu Pendidikan
Matematika. Selama mengajar penulis tidak memegang kelas, jadi penulis mengajar
kalau guru pamong menyuruh penulis untuk mengajar, dan itu serba dadakan. Ada tantangan tersendiri untuk penulis yaitu
penulis harus mempersiapkan diri setiap harinya untuk antisipasi kalau disuruh
mengajar.
Seminggu
diawal masuk melakukan observasi kelas, untuk mengetahui kondisi kelas,
administrasi kelas, dan bersosialisasi dengan para guru. Dalam melakukan
observasi penulis masuk bersama dengan teman yang satu jurusan. setelah itu
masuk sendiri-sendiri.
Dalam mengajar, penulis jauh-jauh hari sudah
mempersiapkannya dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Media yang dipakai
sesuai dengan materi yang diajarkan, metode atau model sesuai dengan
karakteristik siswa dan kondisi kelas.
Selama latihan belajar
mengajar, penulis banyak menemukan kesulitan dilapangan terutama yang
berhubungan dengan siswa selaku subjek pembelajaran. Penulis sering kali
mengalami kesulitan dalam pengelolaan kelas agar siswa-siswi bisa tenang dalam
kelas dan cepat memahami materi yang diajarkan. Hai ini mungkin terjadi karena
banyak diantara siswa yang minat belajarnya masih kurang, serhingga banyak
siswa yang tidak memperhatikan materi yang diajarkan, justru ada yang bermain
atau gobrol dengan teman sebangku saat jam pelajaran berlangsung. Mungkin semua
ini disebabkan kurang pemahamannya tentang pentingnya memperhatikan pelajaran itu sendiri, dan
mungkin mereka beranggapan mata pelajaran matematika merupakan pelajaran yang
sulit untuk mereka mengerti sehingga mereka tidak terlalu memperhatikan. Untuk
mengatasi hal tersebut penulis berusaha membangkitkan kembali semangat belajar
siswa dengan memberikan motivasi dan pendekatan secara signifikan betapa
pentingnya belajar matematika untuk jenjang selanjutnya.
Untuk mendapatkan hasil baik
mengajar dikelas penulis menggunakan metode dan model yang telah dipelajari di
bangku kuliah, agar siswa tidak belajar secara monoton saja. Tapi siswa juga
ikut aktif didalam proses belajar mengajar. Dan juga penulis mencoba memakai
berbagai media pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan,agar siswa
lebih tertarik untuk belajar matematika. Tidak hanya itu penulis juga
menyiapkan LKS dalam mengajar agar siswa lebih paham dalam pembagian tuganya.
3.1.2 Segi-Segi Positif dan
Negatif
a.
Dalam menyiapkan
pelajaran
Hal
yang dilakukan sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran yaitu:
1. Membuat
Rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran yang diambil.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dapat memudahkan kita dalam melaksanakan
kegiatan belajar mengajar dikelas, sehingga kita mengetahui hal-hal yang apa
saja yang harus kita lakukan dalam mengajar jadi tujuan pembelajaran yang kita
harapkankan dapat tercapai.
2. Mengidendifikasi
model dan metode yang akan diterapkan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.
Dalam menggunakan model atau metode pembelajaran tidak semuanya dapat berhasil
dilaksanakan, karena setipa siswa memiliki sifat dan perilaku yang
berbeda-beda. Sehingga, model dan metode yang kita laksanakan tidak bejalan
sesuai dengan keinginan kita. Jadi harus mengganti model dan metode
pembelajaran setiap pertemuan sampai didapat model dan metode yang cukup baik
diterapkan.
3. Membuat
media pembelajaran yang akan digunakan, hal ini bertujuan agar siswa dapat
lebih mudah memahami materi pelajaran yang akan dilaksanakan.
b.
Dalam mengajar
Disetiap melaksanakan kegiatan mengajar
terdapat berbagai macam kendala karena daya tangkap pemahaman siswa
berbeda-beda. Selain itu, siswa juga memiliki bebagai macam masalah yang mereka
miliki seperti kondisi sosial dan kondisi ekonomi.
Untuk mendapat hasil yang maksimal dalam
menyajikan materi pembelajaran perlu penguasaan kelas yang optimal..
Dalam
penggunaan keterampilan mengajar banyak menggunakan metode STAD dan penugasan
sehingga siswa dapat belajar berdiskusi dengn teman-temanya.
Dalam
melaksanakan kegiatan pembelajaran penulis sering mengkaitkan dengan dunia
nyata, mksudnya yang siswa pernah mengalaminya,, sehingga siswa lebih mudah memahami materi
pembelajaran.
c.
Dalam melakukan
hubungan sosial disekolah
Selain
mengajar penulis juga melakukan kegiatan diluar mengajar yaitu bersosialisasi
dengan para guru yang ada di SMP-SMA tersebut. Meminta bimbingan dan berbagi
pengalaman dalam mengajar.
3.1.3
Dalam Melaksanakan Hubungan Sosial Di Sekolah
Manusia
adalah makhluk
sosial yang saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya. Penulis
melaksanakan PPL di SMA Islam Al-Falah Kota Jambi selama sekitar 5 bulan, mulai dari bulan Agustus sampai bulan Desember. Dalam Melaksanakan
Hubungan Sosial di Sekolah Penulis juga banyak mendapatkan pengalaman.
Pengalaman yang penulis peroleh adalah terjalinnya silaturahim antara Penulis
dengan para Guru, staf Tata Usaha dan karyawan di lingkungan sekolah yaitu
seperti guru selalu memberi kesempatan kepada mahasiswa PPL untuk lebih banyak
berada di dalam kelas guna melatih diri agar lebih cepat menumbuhkan karakter
seorang guru dengan cara mengisi atau menggantikan guru yang berhalangan hadir.
Hubungan sosial antara Penulis dan para siswa
berjalan baik tidak hanya dalam kegiatan pembelajaran tetapi juga di luar
kegiatan pembelajaran sehingga siswa tidak segan-segan meminta bimbingan
penulis untuk belajar mengerjakan soal-soal, adapula siswa yang mengeluh tidak
mengerti terhadap suatu pelajaran dan meminta bantuan Penulis untuk menjelaskannya
hingga siswa tersebut paham. Penulis
merasakan bertambahnya ilmu baik secara langsung maupun tidak langsung. Dengan
membantu siswa belajar secara tidak
langsung Penulis memicu kembali memori tentang materi tersebut, sehingga
Penulis dapat mengingat kembali materi
yang hampir terlupakan. Kemudian Penulis juga dapat berdiskusi dengan
guru-guru sehingga wawasan Penulis dapat bertambah tidak hanya
pada mata pelajaran yang diajarkan saja.
Selain itu,
hubungan antara penulis dengan siswa tidak hanya sebatas guru dengan murid. Akan tetapi, beberapa murid sering
mengadukan perihal masalahnya kepada penulis baik yang menyangkut masalah
pribadi, keluarga maupun sahabat tetapi masih dalam batas yang wajar. Dengan demikian
hubungan emosional guru dengan siswa semakin terjalin kuat.
3.1.4 Tindak
Lanjut / Perbaikan Yanng Telah Dilakukan / Rencana Kelak
Hal
yang dilakukan setelah akhir mengajar yaitu:
a.
Menemui guru pamong
atau guru kelas yang bersangkutan dalam mendiskusikan hasil evaluasi dan
kendala yang didapat dalam mengajar.
b.
Menemui guru pamong
atau guru kelas untuk menanyakan kekurangan dan kesalahan dalam melaksanakan
kegiatan mengajar.
c.
Menemui guru pamong
atau guru kelas yang bersangkutan, kemudian menanyakan hal-hal yang perlu saya
lakukan untuk memperbaiki cara mengajar dikelas.
d.
Mencatat hal-hal yang
perlu diperbaiki dalam mengajar dan mempelajarinya agar tidak terulang
dikemudian hari dalam mengajar.
3.2
Pengalaman
Latihan Keguruan Lainnya
3.2.1 Membantu Guru
Pamong
Kegiatan yang dilakukan dalam membantu guru pamong
adalah mengoreksi tugas- ttugas siswa, membantu mengantikan mengajar bila guru
pamong berhalangan dan membantu menyiapkan soal ujian semester.
3.2.2 Membantu Tugas Guru Piket
Selama
praktek penulis juga diwajibkan untuk piket setiap minggunya. Jadwal piket
penulis yaitu hari senin dan terkadang juga membantu rekan yang piket di hari
yang lain. Salah satu tugas dalam piket ini yaitu mendata berapa orang pada
hari itu guru yang tidak hadir kemudian cepat di carikan solusinya yaitu salah
satunya dengan mengerahkan teman-teman untuk bisa mengisi jam kosong tersebut
dan mendata kehadiran siswa disetiap kelas. Pada saat piket, penulis diberikan
kepercayaan untuk menggantikan guru yang berhalangan hadir untuk mengawas atau
mengajar dikelas tersebut. Dari pengalaman tersebut dapat diambil suatu
pelajaran bahwa seorang guru juga harus memiliki wawasan yang luas dan tidak hanya memahami mata
pelajaran yang ia ajarkan.
3.2.3 Kegiatan lainnya
Kegiatan lain yang pernah diikuti penulis adalah :
- Upacara bendera tiap hari
senin
- Mengikuti
bai’at pagi hari sebelum siswa masuk
kelas.
- Mengikuti jalan santai pada hari Sabtu
- Mengikuti sholat Dhuha berjamaah di
mesjid setiap hari Sabtu
- Sholat Dzuhur berjamaah di
mesjid
- Mengikuti perkemahan sabtu minggu ( PERSAMI )
- Mengikuti acara pemilihan OSIS
- Mengikuti pengukuhan pramuka
- Mengikuti acara pentas seni tahunan
- Menghadiri acara perlombaan seni musik, baca puisi, dan
lomba majalah dinding antar kelas dalam rangka hari pahlawan.
- Mengikuti acara Khatam Quran siswa kelas IX dan XII
- Sebagai juri diperlobaan pawai ta’aruf
- Mengikuti upacara Sumpah Pemuda di Sekolah
- Mengikuti upacara hari PGRI ke – 68 di Sekola
- Mengawasi siswa pada saat ujian semester ganjil
BAB IV
STUDY KASUS
4.1
Masalah
Dan penulis sendiri dari Pendidikan Matematika yang bernama Nico
Andrianto. Selama mengikuti PPL ini banyak pengalaman yang penulis
dapatkan, baik itu yang erat kaitannya dengan kegiatan belajar mengajar maupun
yang diluar kegiatan belajar mengajar.
Pada saat
Program Pengalaman Lapangan berlangsung selama lebih-kurang 4 bulan, pada
awal pembagian kelas oleh pamong penulis dipercayakan untuk mengajar matematika
di kelas XI IPA. Saat pertama kali penulis dan mahasiswa ppl matematika yang
lainya ikut pamong masuk kelas XI IPA 1 untuk memilihat cara pamong mengajar
sekaligus memperkenalkan diri penulis
kepada anak di kelas tersebut, penulis merasa gugup dan tangan berkeringatan
pada waktu memperkenalkan diri dan puncak yang menegangkan waktu penulis
pertama kali masuk untuk mengajar di
kelas XI IPA 1, sungguh hal yang luar biasa bagi penulis.Biasanya hanya latihan
pada teman sendiri, sekarang langsung dihadapkan pada siswanya langsung. Saat
memasuki kelas rasa canggung masih terlihat jelas, takut jika
nanti materi akan hilang dalam fikiran. Namun semua itu tidak seperti yang
penulis bayangkan, canggung hanya dirasakan pada awal perkiraan 10 menit. Setelah
itu bisa mengikuti suasana kelas dengan baik, karena
siswa/siswi dikelas XI IPA 1 sangat
baik dan mau mengerti, hanya ada beberapa siswa saja yang kurang
peduli namun itu masih dalam hal yang wajar, dan penulis
bisa memaklumi. Tetapi penulis sangat senang sekali banyak siswa-siswa yang
antusias mengikuti pelajaran Matematika.
Setelah PPL berjalan sekitar 1 atau 2 minggu, penulis dan PPL matematika yang
lainya di di roling kelas untuk mengajar. Yang awalnya mengajar di kelas IX dan
XI lalu semua kelas yang ada kami mengajar semuanya. Dan pada setiap kelas pun
penulis mendapat pengalaman yang berbeda-beda, pada saat mengajar di kelas VII,
VIII, dan IX yang menjadi permasalahan penulis adalah pengelolaan kelasnya,
karena pada kelas VII, VIII, dan IX siswa-siswa banyak yang ribut pada saat
belajar. Di sinilah penulis mencari metode belajar yang di gunakan agar siswa
senang saat belajar matematika.
Kemudian saat mengajar di kelas XII
IPS2 penulis mengalami masalah yang berbeda lagi, yaitu siswa-siswa ada yang
sebagian tidak mau belajar kata mereka capek belajar terus, pada saat itulah
penulis bingung harus gimana karena siswanya tidak mau belajar, disini penulis
mengalami kesulitan yang lebih di rasa sulit, karena yang di hadapi siswa-siswa
yang bisa di katakana sudah beranjak dewasa dan dari segi badan pun sama besar,
saat hari itu pun penulis mencoba berkonsultasi lagi dengan guru pamong untuk
menyelesaikan masalah yang di alami penulis. Selain masalah-masalah yang di
atas adapun masalah lain yang di alami oleh penulis yaitu mengenai materi yang
di ajarkan, karena penulis mengajar di 2 tingkatan sekolah yang berbeda yaitu
SMP dan SMA, penulis terkadang keberatan mengemban materi yang akan di ajarkan,
misalkan pada hari tertentu penulis mengajar di 2 kelas yang berbeda yaitu
kelas IX dan kelas XI. Di saat itulah penulis merasa sangat kewalahan dalam
mempelajari materi yang akan di ajarkan.
4.2
Penyelesaian
Pada permasalahan yang pertama mengenai
rasa canggung yang di alami penulis saat mengajar, cara yang di gunakan untuk
menghadapi masalah itu penulis mencoba untuk rileks saat mengajar dan
mempelajari dengan baik konsep belajar yang akan di samapaikan supaya saat
mengajar penulis memahami betul apa yang akan di sampaikan, kemudian penulis
melakukan pendekatan-pendekatan dengan siswa-siswa supaya ada komunikasi yang
bisa membuat siswa-siswa dan penulis nyaman selama proses pembelajaran
berlangsung.
Selanjutnya
pada permasalahan yang kedua mengenai siswa-siswa yang ribut di dalam kelas,
permasalahan ini yang sangat sering di dapatkan penulis saat memasuki ruang
kelas, seperti contoh pada saat penulis mengajar di kelas VII.3. di kelas ini
saat penulis baru pertama kali mengajar bingung bagaimana cara mengatasi
siswa-siswa yang ribut dalam kelas. Siswa-siswa tersebut saat di tegur memang
bisa diam sejenak, namun saat penulis mulai melanjutkan lagi menjelaskan materi
siswa-siswa kelas pun mulai ribut kembali. Setelah proses pembelajaran selasai
penulis menceritakan permasalahan yang di dapat saat mengajar kepada guru
pamong, di sinilah guru pamong memberi kami pengarahan-pengarahan supaya pada
pembelajaran selanjutnya bisa lebih baik dalam pengelolaan kelas. Guru pamong
pun menyarankan supaya pada saat mengajar siswa-siswa tersebut di berikan
beberapa soal untuk di jadikan poin penilaian, dan hasilnya dengan menggunakan
poin penilaian tersebut pun akhirnya suasana kelas yang sebelumnya kurang
kondusif setelah menggunakan metode pemberian reward yang berupa pemberian poin
nilai pun menjadi lebih tenang. Siswa-siswa pun mulai berkonsentrasi dan
memperhatikan guru yang sedang menjelaskan materi di depan kelas, karena jika
mereka tidak memperhatikan maka mereka tidak akan bisa menjawab soal poin yang
akan di berikan oleh guru Penulis pun menggunakan metode belajar dengan
pemberian reward berupa poin nilai kepada siswa yang bisa mengerjakan soal yang
di berikan, dengan begitu siswa-siswa tersebut bersemangat untuk mengikuti
pelajaran yang berlangsung.
Selanjutnya pada permasalahan yang lain
pada kelas XII, pada permasalahan yang ini saya rasa lumayan rumit karena saat
penulis mau memulai proses pembelajaran siswa-siswanya malah tidak mau belajar
dengan alasan bosan belajar terus, setelah sebelumnya penulis
mengkonsultasikannya dengan guru pamong, penulis pun saat akan memulai
pembelajaran menanyakan kesiapan siswa untuk melanjurkan materi belajar. Saat
itu siswa mengatakan kepada guru bahwa capek belajar terus kata mereka, dari
situlah penulis mengambil inisiatif untuk memberikan 1 jam pelajarannya untuk
siswa bebas bermain di dalam kelas dengan catatan tidak mengganggu kelas lain
dan tidak ada yang keluar kelas. Penulis mengambil langkah ini karena menurut
penulis jika di memaksakan siswa untuk belajar juga percuma jika siswanya malas,
setelah memberikan waktu 1 jam pelajaran untuk bermain/membebaskan siswa
berinteraksi dengan siswa lain di kelas lalu pada saat memasuki jam pelajaran
yang kedua guru meminta siswa-siswa untuk serius mengikuti pembelajaran materi
untuk selanjutnya.
Kemudian masalah yang terakhir yang di
alami penulis adalah mengenai materi yang di emban oleh penulis, di mana pada
permasalah yang telah di sebutkan tadi di atas telah di ketahui bahwa materi
yang di emban oleh penulis cukup berat karena ada 2 tingkatan pendidikan yang
harus di ajar yaitu SMP dan SMA. Di sini penulis mengkonsultasikan kepada guru
pamong untuk membicarakan megenai materi yang di ajarkan, banyak
masukan-masukan yang di dapat dari guru pamong. Untuk mengatasi permasalahan
ini akhirnya penulis mencoba menjalani aja dulu semua yang telah menjadi
tanggung jawabnya, dengan cara mempelajari materi-materi yang akan di ajarkan
lah menjadi langkah yang di ambil penulis. Meski dengan cara tersebut belumlah
optimal karena secara nyata jika penulis bukanlah guru professional tapi dengan
cara tersebut penulis merasakan perbedaan yang signifikan, intinya kita harus
memahami konsep yang akan di pelajari sebelum menyampaikan materi ajar supaya
saat proses pembelajaran berlangsung guru benar-benar siap.
4.3 Hasil
Sebagaimana masalah yang telah penulis
hadapi di atas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa setelah melakukan berbagai
cara penyelesaian maka pada permasalahan yang pertama hasil yang di dapat cukup
signifikan. Yaitu siswa pun bisa lebih semangat dalam belajar karena
termotivasi dengan cara yang guru lakukan, yaitu dengan pemberian poin nilai
yang membuat siswa lebih focus dan serius belajar. Sehingga dalam pengelolaan
selanjutnya pun guru lebih mudah dalam membimbing siswa dengan pendekatan-pendekatan
yang di lakukan oleh guru. Selanjutnya pada permasalahan yang di hadapi penulis
di kelas XII, yaitu siswa yang tidak mau belajar saat jam pelajaran sudah di
mulai. Dengan cara memberikan waktu kepada siswa untuk sejenak bermain supaya
menghilangkan rasa jenuh dalam belajar. Karena kelas XII menurut penulis bukan
lagi untuk terlalu di paksakan atau terlalu di tekan dalam pembelajaran, yang
harus di lakukan adalah memotivasi supaya siswa tersebut lebih rileks dan
nyaman dalam belajar. Dengan cara penyelesaian yang di lakukan penulis maka
hasil yang didapat bisa di katakan cukup efektif. Yang terpenting kompetensi
yang ingin di capai itu tercapai dan tidak harus memaksakan siswa untuk terlalu
di forsir dalam belajar. Dan setelah menggunakan cara itu pun siswa bisa lebih
serius belajar karena merasa bahwa guru mengerti dengan apa yang di alami siswa
kelas XII tersebut.
BAB V
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dari
pengalaman Penulis selama mengikuti PPL
dan penyelesaian penulisan refleksi ini, maka Penulis dapat menyimpulkan
yaitu :
1. Pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan (PPL)
merupakan mata kuliah yang sangat penting bagi mahasiswa FKIP. Melalui mata
kuliah ini mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang didapatkan di bangku kuliah dan
mendapatkan pengalaman menghadapi siswa dengan tingkah laku yang berbeda-beda.
2. Dengan
adanya kegiatan PPL, penulis sebagai calon guru memiliki bekal ataupun masukan
untuk kegiatan mengajar setelah terjun ke lapangan yang sebenarnya pada masa
yang akan datang. Pentingnya
kesiapan sebelum melakukan proses belajar mengajar, baik kesiapan mental
ataupun kesiapan dalam penguasaan materi.
4.2 Saran
Penulis
mengaharapkan agar setiap sekolah mitra tempat PPL dapat menerima, membimbing dan
membina mahasiswa/i PPL dengan baik. Pada UPT PPL Universitas Jambi agar
memfokuskan program terhadap tujuan yang dicapai dengan mempertimbangkan
kematangan atau kesiapan mahasiswa yang menjadi objek PPL.
|
No
|
NAMA
|
PROGRAM
STUDI
|
NIM
|
KETERANGAN
|
|
1.
|
Nico Andrianto
|
MATEMATIKA
|
RRA1C210029
|
Ketua
|
|
2.
|
Yuliana Afifah
|
BAHASA
INGGRIS
|
RRA1B209052
|
Sekretaris
|
|
3.
|
Nuramina
|
MATEMATIKA
|
RRA1C210088
|
Bendahara
|
|
4.
|
Erlina
|
MATEMATIKA
|
RRA1C210003
|
Anggota
|
|
5.
|
Soleha
|
MATEMATIKA
|
RRA1C210094
|
Anggota
|
|
6.
|
Anita Nirmala
|
BAHASA
INGGRIS
|
RRA1B210074
|
Anggota
|
|
7.
|
Eka Septiarni
|
BAHASA
INGGRIS
|
RRA1B210034
|
Anggota
|
|
8.
|
Najmi Harisusmida
|
BAHASA
INGGRIS
|
RRA1B210029
|
Anggota
|
|
9.
|
Queen Tri Reski
|
KIMIA
|
RRA1C110019
|
Wakil
bendahara
|
|
10
|
Lili Susanti
|
KIMIA
|
RRA1C110015
|
Anggota
|
|
11
|
Ari Hidayah
|
KIMIA
|
RRA1C110010
|
Anggota
|
|
12
|
Fitria Ningsih
|
KIMIA
|
RRA1C110029
|
Anggota
|
|
13
|
Tiara Nur Shinta
|
KIMIA
|
RRA1C110011
|
Anggota
|
|
14
|
Nurul Hayati
|
BIOLOGI
|
RRA1C410042
|
Anggota
|
|
15
|
Marlina Marbun
|
BIOLOGI
|
RRA1C410086
|
Anggota
|
|
16
|
Rita Amaliyah
|
BIOLOGI
|
RRA1C410061
|
Anggota
|
|
17
|
Syamsudin
|
BIOLOGI
|
RRA1C410043
|
Wakil
Ketua
|
|
18
|
Arnides Rusandi
|
PDU
|
RRA1A110057
|
Wakil
Sekretaris
|
|
19
|
Vera Apriani
|
PDU
|
RRA1A110071
|
Anggota
|
|
20
|
Pramudita Febriani
|
PDU
|
RRA1A110037
|
Anggota
|
|
21
|
Azizah
|
PDU
|
RRA1A110033
|
Anggota
|
SUSUNAN
ANGGOTA PPL
SMP-SMA
ISLAM AL-FALAH KOTA JAMBI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar